Yerusalem, Kota Suci yang Selalu Menderita

Sepanjang sejarahnya, Yerusalem menderita oleh pelbagai konflik. Kota ini pernah berulang kali direbut, ditaklukkan, dihancurkan, dan dibangun kembali oleh berbagai pihak. Tapi Islam, Kristen, dan Yahudi sepakat: ia kota suci.

Yerusalem, Kota Suci yang Selalu Menderita
Salah satu bagian Yerusalem (AFP via BBC Indonesia)

Inibaru.id – Mengapa saat Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel muncul kecaman, protes dan demonstrasi?

Perlu kamu ketahui, Yerusalem ini bukan sembarang kota. Kota ini penting banget dan jadi tempat suci untuk tiga agama yaitu Islam, Kristen, dan Yahudi. Lalu kenapa Yerusalem disebut sebaga kota suci?

Dikutip dari BBC Indonesia (7/12/2017), wartawan BBC, Erica Chernofsky mencari tahu mengapa kota ini penting bagi umat Kristen, Islam dan Yahudi. Ketiga agama itu berkaitan dengan figur Ibrahim dalam kitab suci.

Dalam bahasa Ibrani disebut Yerushalayim dan dalam bahasa Arab disebut Al-Quds, Yerusalem itu salah satu kota tertua di dunia. Pada masa lalu, kota ini pernah berulang kali direbut, ditaklukkan, dihancurkan, dan dibangun kembali oleh berbagai pihak, dan seakan setiap lapisan buminya mengungkapkan berbagai potongan sejarah masa lalu.

Pusat Yerusalem adalah bagian Kota Tua, suatu labirin berupa gang-gang sempit dan arsitektur bersejarah yang menandai empat penjuru kota: kawasan Kristen, Muslim, Yahudi, dan Armenia. Kawasan itu dikelilingi oleh dinding batu berupa benteng tempat berdirinya sejumlah situs tersuci di dunia.

Setiap kawasan mewakili populasi tersendiri. Orang-orang Kristen memiliki dua kawasan, karena orang-orang Armenia juga beragama Kristen. Kawasan Armenia di Yerusalem yang merupakan terkecil dari keempatnya, adalah salah satu pusat Armenia tertua di dunia.

Apa yang ada di situ unik banget karena masing-masing komunitas mempertahankan budaya dan peradaban mereka sendiri di dalam Gereja dan Biara St. James, yang mencakup sebagian besar kawasan mereka.

Baca juga:
Trump Lagi, Trump Lagi
Lebih Teliti Menyeleksi Pendakwah di Televisi

Gereja

Di dalam Kawasan Kristen terdapat Gereja Makam Kudus, sebuah tempat ziarah penting para penganut orang Kristen di seluruh dunia. Tempat itu terletak di sebuah lokasi yang sangat penting dalam kisah Yesus: kematiannya, penyalibannya dan kebangkitannya.

Dalam kepercayaan tradisi Kristen pada umumnya, Yesus disalibkan di sana, di bukit Golgota, atau bukit Kalvari, dan makamnya terletak di dalam bangunan pekuburan yang juga diyakini sebagai tempat kebangkitannya.

Gereja Makam Kudus dikelola bersama oleh perwakilan aliran Kristen yang berbeda, terutama Patriarkat Ortodoks Yunani, kaum biarawan Fransiskan dari Gereja Katolik Roma, dan Patriarkat Armenia, serta kalangan Kristen Ortodoks Etiopia, Koptik, dan Suriah.

Tempat ini adalah salah satu tujuan ziarah utama bagi ratusan juta orang Kristen di seluruh dunia yang mengunjungi makam kosong Yesus dan mencari penebusan dalam doa di lokasi tersebut.

Masjid

Kawasan Muslim adalah yang terbesar dari keempatnya dan berisi tempat suci Kubah Batu (Kubah As-Shakrah atau Dome of the Rock) dan Masjid al-Aqsa di dataran tinggi yang dikenal oleh umat Islam sebagai Haram al-Sharif.

Masjid yang dikelola oleh sebuah lembaga wakaf itu merupakan tempat tersuci ketiga dalam Islam setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Umat Islam meyakini bahwa Nabi Muhammad Saw datang ke Masjidil Aqsa ini dari Makkah dalam perjalanan malam Isra Mikraj, dan salat dan berdoa bersama ruh para nabi. Beberapa langkah dari masjid, adalah Kubah As-Shakrah yang berisi batu fondasi yang diyakini umat Islam sebagai tempat bertolak Muhammad menuju surga. dalam peristiwa Isra Mikraj itu. 

Dinding Ratapan

Di Kawasan Yahudi terdapat Kotel, atau Dinding Ratapan, atau Tembok Barat, sisa dari dinding tempat berdirinya Bait Suci zaman dulu.

Di dalam tempat suci itu terdapat Ruang Maha Kudus, situs paling suci dalam agama Yahudi.

Baca juga:
Jamaika, Negeri Kristen yang Ramah Muslim
Islam di Tanah Kroasia

Umat Yahudi percaya bahwa inilah tempat batu fondasi penciptaan dunia, dan tempat Abraham atau Nabi Ibrahim siap mengorbankan anaknya Ishak, (atau Ismail dalam kepercayaan Islam). Banyak orang Yahudi percaya bahwa Dome of the Rock adalah tempat Ruang Maha Kudus itu.

Saat ini, Tembok Barat adalah tempat orang Yahudi bisa berdoa di lokasi terdekat ke Ruang Maha Kudus.

Situs ini dikelola oleh Rabi dari Tembok Barat dan setiap tahun menampung jutaan pengunjung. Orang-orang Yahudi dari seluruh dunia mengunjungi tempat ini untuk berdoa. (EBC/SA)