Ustadz Arifin Ilham Ajak Hargai Perbedaan

Menyambut bulan suci ramadan para petinggi DPP dan DPW Partai Nasdem beserta warga sekitar gelar salat Jumat bersama pada hari ini Jumat, (19/5) di Gedung DPP Partai Nasdem.

Ustadz Arifin Ilham Ajak Hargai Perbedaan
jelang aksi 2 desember (Foto : megapolitan.kompas.com)

inibaru.id - Menyambut bulan suci ramadan para petinggi DPP dan DPW Partai Nasdem beserta warga sekitar gelar salat Jumat bersama pada hari ini Jumat, (19/5) di Gedung DPP Partai Nasdem. Diantara, para petinggi partai dan warga, hadir pula di dalamnya Surya Paloh Ketua DPP Partai Nasdem.

Selain itu, sebagai imam sekaligus khotib telah hadir salah satu tokoh agama di Indonesia, yakni Ustadz Arifin Ilham. Dalam ceramahnya, Arifin mengimbau kepada seluruh umat islam untuk senantiasa mendekatkan diri pada Allah, terutama dalam menjelang bulan suci ramadan.

Partai Nasdem mengaku selama bulan ramadan pihaknya akan mengundang sejumlah tokoh dan ulama besar untuk menjadi khotib salat Jumat.

Usai melaksanakan salat Jumat lebih lanjut Arifin memaparkan tentang peran seorang mukmin dalam mewujudkan suasana yang sejuk dan tenteram dalam berbangsa terutama di bulan suci ramadan kepada Metro TV. Menurutnya, di bulan yang penuh berkah tersebut, seorang mukmin harus berlomba dalam memperbaiki diri, saling memaafkan, tidak tertarik membicarakan bahkan mencari aib orang lain.

“Dalam bulan suci ramadan, Allah akan percikkan rahmat yang menumbuhkan jiwa kasih sayang, sibuk memperbaiki diri, saling memaafkan, tidak tertarik membicararakan bahkan mencari aib yang lain,” ujarnya

Hargai Perbedaan

Sementara itu, disinggung terkait masalah perbedaan yang sering memicu konflik belakangan ini, Arifin menyikapi dengan tenang. Menurut ustadz kelahiran Banjarnegara ini menyebutkan bahwa sebagai seorang mukmin yang baik, sudah tentu memiliki rasa kasih sayang dalam dirinya, sangat menghormati perbedaan bahkan kebhinekaan.

“Seseorang yang mencintai Allah dan Rosulnya, pasti ia memiliki rasa cinta terhadap kebinekaan, menghormati perbedaan, bahkan perbedaan keyakinan sekalipun,” jelasnya.

Bahkan ia menjelaskan bahwa hidup dalam keluarga yang heterogen justru membuatnya menyadari betul makna dari keberagaman. Keberagaman tersebut tidak dijadikan sebagai alat pembeda satu sama lain.

“Arifin orang Banjar, Istri pertama Aceh, Istri kedua Arab sedangkan menantu dari Cina. Kami saling menghargai dan menyayangi,” jelasnya.

Kembali ia menegaskan sifat menghargai perbedaan dan mencintai kebhinekaan menjadi tugas bersama dalam menyambut bulan suci ramadan. Hal tersebut semata-mata untuk merajut persatuan, mewujudkan kerukunan dan menjaga keutuhan NKRI.