Ulama-Ulama Indonesia yang Jadi Imam di Masjidil Haram

Ulama-Ulama Indonesia yang Jadi Imam di Masjidil Haram
Masjidil Haram. (Telegraf.com)

Tahu nggak, kalau sejumlah Imam Masjidil Haram merupakan ulama yang berasal dari Indonesia? Wah, siapa saja, ya?

Inibaru.id – Menjejakkan kaki sebagai imam di Masjidil Haram di Mekah tentunya nggak bisa dilakukan sembarang orang. Imam Masjidil Haram pasti memiliki ilmu tinggi dan akhlak yang baik. Nah, kamu tahu nggak, kalau sejumlah imam di tanah suci tersebut merupakan ulama Indonesia?

Syekh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani

Syekh Muhammad Nawawi memperdalam ilmu agama pada guru-guru di Mekah selama 30 tahun. Suatu ketika, Syekh Muhammad Nawawi ditunjuk sebagai pengganti Imam Masjidil Haram. Syekh yang dilahirkan di Kampung Tanara, Serang, Banten pada 1815 ini juga memiliki banyak karya yang tersebar di pesantren-pesantren Indonesia, lo.

Syekh Junaid Al Batawi

Lahir di Pekojan, Jakarta Barat, Syekh Junaid Al Batawi memperkenalkan Betawi pada mancanegara. Syekh Junaid yang merupakan guru dari Iman Nawawi Al Bantani ini dikenal sebagai pendidik yang terus mendedikasikan hidupnya untuk mengajar. Syekh yang dikenal bermadzhab Syafii ini wafat di Mekah pada 1840, seperti ditulis Islami.co.

Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi

Ulama yang lahir di Koto Tuo Agam, Sumatera Barat pada 26 Juni 1860 ini pertama kali datang ke Mekah pada usia 11 tahun. Kala itu, sang ayah mengajaknya untuk menunaikan ibadah haji. Tetapi, Ahmad enggan pulang karena hendak menuntaskan hafalan Alquran di sana. Oya, Syekh Ahmad juga berguru pada ulama lain seperti Syekh Muhammad bin Sulaiman Hasbullah al-Makkiy dan Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan.

Wah, hebat, ya! Mereka adalah sosok yang betul-betul patut kita teladani, nih, Millens. (IB08/E05)