Tiga Ciri Haji Mabrur Menurut Rasulullah SAW

Tiga Ciri Haji Mabrur Menurut Rasulullah SAW
jemaah haji Indonesia. (infonawacita.com)

Meskipun hanya Allah yang tahu pasti siapa saja jemaah haji yang diberi gelar mabrur, tapi seenggaknya ada tiga ciri yang "dibocorkan" oleh Rasulullah. Penasaran?

Inibaru.id – Setiap jemaah haji pasti berharap menjadi haji mabrur. Mabrur berarti semua ibadahnya diterima oleh Allah. Nah, menurut Rasulullah, ada 3 ciri seorang hamba yang diterima ibadah hajinya.

Jemaah haji melakukan sujud syukur. (viva.co.id)


1. Santun Dalam Bertutur Kata

Pertama, ciri yang diberikan Rasulullah SAW adalah kesantunan dalam berbicara. Hal ini dapat dilihat dari kutipan Imam Badrudin Al-Aini dalam Umdatul Qari-nya.

سئل النبي ما بر الحج قال إطعام الطعام وطيب الكلام وقال صحيح الإسناد ولم يخرجاه

Artinya, “Rasulullah SAW ditanya tentang haji mabrur. Rasulullah kemudian berkata, "Memberikan makanan dan santun dalam berkata." Al-Hakim berkata bahwa hadits ini sahih sanadnya meskipun bukan diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.”


2. Menebarkan Kedamaian

Kemudian, menurut Rasululah SAW, haji mabrur adalah seseorang yang suka menebar kedamaian di sekitarnya. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya.

قالوا: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا الْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ؟ قال: "إِطْعَامُ الطَّعَامِ، وَإِفْشَاءُ السَّلَامِ

Artinya: Para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, apa itu haji mabrur?" Rasulullah menjawab, "Memberikan makanan dan menebarkan kedamaian.”


3. Memiliki Kepedulian Sosial

Ciri ketiga haji mabrur seperti yang ditulis dalam dua kutipan di atas adalah kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Seseorang harus memiliki kepedulian sosial dengan memberikan makanan pada orang yang membutuhkan.


Umat muslim bersantap bersama. (wartakota.tribunnews.com)

Dari ketiga ciri di atas, maka nggak heran ya kalau ganjaran haji mabrur adalah surga. Sebagaimana hadist yang diriwayatkan Bukhari:


الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

Artinya, “Tidak ada balasan (yang pantas diberikan) bagi haji mabrur kecuali surga,” (HR Bukhari).


Meskipun ciri-ciri di atas disampaikan oleh Rasul, namun pada akhirnya semua kembali pada Allah. Yang harus disadari setiap muslim adalah punya gelar haji atau nggak, kita seharusnya harus selalu bertutur sopan, menebar kedamaian, dan memiliki kepedualian sosial. Betul nggak? (MG13/E05)