The Shacklewell Lane, Masjid Pertama yang Terima Sedekah Mata Uang Virtual

Salah satu masjid di London, Inggris menerima sedekah dalam bentuk uang virtual. Mereka menerapkan kebijakan itu agar para dermawan nggak susah menukarkan uang virtual dalam bentuk uang resmi.

The Shacklewell Lane, Masjid Pertama yang Terima Sedekah Mata Uang Virtual
The Shacklewell Lane menerima sedekah dalam bentuk uang virtual. (Londonadam.travellerspoint.com)

Inibaru.id – Sebuah masjid bernama The Shacklewell Lane di Dalston, London Timur, Inggris menerima donasi dalam bentuk mata uang virtual seperti bitcoin. Selain bitcoin, mata uang seperti Ethereum dan Ripple juga diterima di masjid yang didirikan Ramadan Guney tersebut terhitung sejak Senin, (21/5/2018). Dengan begitu, The Shacklewell Lane menjadi masjid pertama yang menerima sedekah dalam bentuk uang virtual.

Pengurus The Schacklewell Lane memandang penggunaan mata uang virtual dapat memperluas cara bersedekah dan memangkas biaya nilai tukar. Dengan adanya metode ini, pendonor hanya cukup menekan tombol transfer tanpa perlu repot menukar mata uang virtual mereka menjadi paun atau dolar.

Sebelum kebijakan itu dibuat, mata uang virtual sempat menjadi pro dan kontra baik di Indonesia maupun di luar negeri. Dilansir dari Steepfeed.com, Senin (26/3), sebagian ulama berpendapat bitcoin halal karena fungsinya sama seperti uang yang digunakan sebagai alat pembayaran. Akan tetapi, ada pula ulama yang berpendapat mata uang virtual haram karena nggak memiliki nilai yang konsisten dan rawan digunakan untuk kriminalitas.

Menanggapi pro dan kontra mata uang virtual, Penasihat Masjid The Shacklewell Lane Zayd al Khair menjelaskan, pada umumnya alat pembayaran yang sah di mata negara adalah yang dianggap halal.

“Dengan tumbuhnya penggunaan Bitcoin atau mata uang virtual lainnya, maka diskusi di antara para cendekiawan muslim juga meningkat. Semula, pandangan yang negatif dari beberapa suara lahir karena melihat tidak adanya aturan yang jelas dalam mata uang ini, begitu juga spekulasi tentang nilai dan asal mereka. Akan tetapi, bagaimanapun juga, banyak cendekiawan muslim mulai mengadopsi sikap netral dengan mempercayai mata uang virtual ini terlalu baru untuk membentuk pandangan yang jelas apakah mereka melawan nilai-nilai dasar ajaran Islam. Baru-baru ini, beberapa cendekiawan juga mulai menyarankan penggunaan mata uang virtual,” jelas al Khair, seperti ditulis Ccn.com, Senin (21/5).

Hingga kini, Masjid The Shacklewell Lane telah mengumpulkan sumbangan sekitar 10 ribu paun atau setara dengan Rp 189 juta. Menurut pengurus masjid, kebijakan ini membuat jumlah sumbangan meningkat dari tahun sebelumnya. (IB15/E04)