Cara Pengurus "Namira" Ajak Anak Cintai Masjid

Cara Pengurus
Para anak yang bertandang ke Masjid Namira bersama orang tuanya. (Inibaru.id/Hayyina Hilal)

Dalam ajaran Islam, anak adalah investasi akhirat. Sadar akan pentingnya hal ini, Yayasan Masjid Namira Lamongan membuat program “Aku Cinta Masjid” yang diperuntukkan bagi anak-anak agar lebih mencintai masjid. Seperti apa bentuknya?

Inibaru.id – Dalam ajaran Islam, anak yang saleh adalah penyelamat orang tua dari jilatan api neraka. Orang tua akan mendidik anaknya secara sungguh-sungguh, terutama dalam pemahaman agama, karena mereka adalah investasi akhirat. Tahu benar akan hal ini, Yayasan Masjid Namira Lamongan, Jawa Timur, menggelar program "Aku Cinta Masjid".

Program tersebut adalah satu cara yang diterapkan salah satu masjid tercantik di "Kota Lele" itu. Para pengelola Masjid Namira berharap, dengan program yang digelar selama Ramadan ini, anak-anak akan lebih rajin bertandang ke masjid, meramaikan, dan beribadah jamaah di masjid.

Ketua Takmir Masjid Namira Waras Wibisono menjelaskan, program yang diperuntukkan bagi anak usia SD-SMP itu bertujuan untuk membentuk keluarga yang sakinah. Dalam Islam, lanjutnya, anak-anak adalah amanah dari Tuhan agar para orang tua bisa mendidiknya dengan baik dan benar sesuai dalam ajaran Islam.

"Apa yang dilakukan anak akan berdampak pada orang tua di akhirat kelak. Maka dari itu, dalam program tersebut kami memiliki tujuan untuk menciptakan keluarga sakinah melalui anak-anak," tuturnya.

Kemegahan Masjid Namira dan rramainya jamaah yang datang saat bulan Ramadan. (Inibaru.id/Hayyina Hilal)

Dalam program tersebut, Waras menyebutkan, setiap anak yang salat tepat waktu di masjid akan mendapatkan poin. Dalam sebulan, jika ada anak yang mendapat poin di atas 90, dia akan diganjar reward sebesar Rp 200 ribu. Sementara, yang mendapat poin 90-60 memperoleh Rp 100 ribu, sedangkan yang poinnya antara 60-30 diberi Rp 50 ribu per anak.

Waras mengatakan, yang penting bukanlah besarnya reward, melainkan menjadikan anak terbiasa ke masjid dan disiplin waktu dalam beribadah. 

"Alhamdulillah, selama program tersebut sudah ada sekitar 250 anak yang turut serta," tambahnya.

Suasana ramai di pelataran Masjid Namira jelang buka puasa. (Inibaru.id/Hayyina Hilal)

Aku Cinta Masjid hanyalah satu dari sejumlah program yang sengaja diselenggarakan Yayasan Masjid Namira. Program lainnya adalah mendatangkan para imam masjid dari sejumlah negara. Bekerja sama dengan Ponpes Iskarimah Karanganyar, Jawa Tengah, program tersebut digelar selama Ranadab tahun ini.

Selama 10 hari pertama, mereka mendatangkan imam dari Palestina. Kemudian, selama 10 hari kedua, imam yang dihadirkan berasal dari Jordania dan Mesir. Sementara, untuk 10 hari terakhir, mereka mengundang imam dari Mekah.

Masjid Namira sejauh ini dikenal sebagai salah satu "masjid transit" di pantura Jatim yang selalu ramai dikunjungi jamaah. Selain kemegahan yang terlihat, kebersihan dan keindahan interior masjid tersebut juga selalu berhasil menjadi daya tarik umat Islam yang tengah melintas di Lamongan. (Hayyina Hilal/E03)