Rayouf Al-Humedhi , Pencipta Emoji Berhijab yang Jadi Gadis Berpengaruh

Awalnya Rayouf galau tak punya emoji yang mewakili dirinya sebagai perempuan berhijab. Tak dinyana, usulannya tentang emoji berhijab diterima Apple.

Rayouf Al-Humedhi , Pencipta Emoji Berhijab yang Jadi  Gadis Berpengaruh
Rayouf Al-Humedhi (Time/Republika.co.id)

Inibaru - Rayouf Al-Humedhi menjadi gadis paling berpengaruh di dunia versi TIME. Pasalnya, gadis asal Arab Saudi itu mencipta emoji gadis berhijab di Apple.

Dilansir dari The Siasat Daily via Republika.co.id (10/11/2017), gadis berusia 16 tahun itu masuk ke dalam daftar 30 Most Influential Teens 2017 versi majalah TIME. Berdasarkan pemberitaan situs berita Sabq, Rayouf terpilih karena mengusulkan emoji hijab pada Apple. Majalah Amerika Serikat itu mempertimbangkan banyak hal dalam memilih penerima penghargaan pada pemenang. Salah satunya, TIME melihat pengaruh secara internasional calon penerima sebelum memasukkannya ke dalam  daftar 30 Most Influential Teens.

Perlu diketahui,  Apple memang menghadirkan Emoji Berhijab sebagai perayaan World Emoji Day atau Hari Emoji Sedunia pada 17 Juli silam. Apple berencana memamerkan sejumlah emoji baru di iOS, macOS dan watchOS  pada akhir tahun ini.

Baca juga:
Mabbarasanji, Kisah Akulturasi Tradisi dan Islam di Sulawesi Selatan
Islam di Tanah Kroasia

“Dengan ribuan emoji yang tersedia di iPhone, iPad, Apple Watch dan Mac, ada banyak cara untuk menambahkan kepribadian ke setiap pesan,” tulis Apple dalam situs resminya.

Emoji baru tersebut termasuk perempuan berhijab, laki-laki berjenggot, dan ibu menyusui.

Emoji Berhijab dan emoji lain yang bakal dirilis pada akhir tahun 2017. (Apple)

Bagaimana ceritanya sampai Rayouf menciptakan emoji berhijab? Seperti dilansir Independent (19/7/2017), Rayouf mengajukan gagasan emoji itu kepada The Unicode Consortium, perusahaan nirlaba yang mengulas dan mengembangkan emoji baru pada 2016. Rayouf bahkan mendesak agar dibuat emoji yang mirip dengannya dan mengadopsi warna kulit dari berbagai ras di seluruh dunia.

Dia mengaku kali pertama memiliki gagasan untuk membuat emoji hijab saat berada di kamar tidurnya di Berlin. Kebetulan dia memang tinggal di ibukota Jerman itu keluarganya sejak pindah dari Arab Saudi lima tahun lalu.

“Teman-teman dan saya sedang berbincang di grup WhatsApp. Dan saya jelas tidak punya emoji untuk mewakili diri saya. Saya bingung lantaran tidak ada emoji yang mewakili saya dan jutaan wanita berhijab lainnya di seluruh dunia,” kata Rayouf.

Baca juga:
Para Ilmuwan Muslim dalam Bidang Luar Angkasa Barat
Islam di Selandia Baru: Ada Sekolah Berkurikulum Islam

Dia kemudian menyusun proposal di laptopnya dan mengirimkannya ke Unicode pada November 2016. Rayouf dengan cepat mengumpulkan banyak dukungan. Jennifer Lee, anggota subkomite emoji di Unicode, memintanya untuk berhubungan dengan Aphee Messer. Mereka lalu bekerja sama merancang emoji hijab.

Tak disangka, Apple pun menerima gagasan tersebut. Emoji perempuan berhijab akan dirilis bersama karakter emoji baru lainnya yang bisa digunakan seluruh perangkat Apple pada akhir tahun ini.

"Saya sangat senang dengan tampilannya. Saya melihat begitu banyak ide, warna, dan gaya berbeda tapi saya tidak menyadari hasilnya akan sebagus ini," tandas Rayouf. (EBC/SA)