Mengenal Sosok Abu al-Wafa’, Perumus Trogonometri

Pada abad ke-10 M, peradaban Islam nggak hanya memiliki seorang matematikus hebat yakni Khawarizmi, tetapi juga Abu Wafa Al-Buzjani.

Mengenal Sosok Abu al-Wafa’, Perumus Trogonometri
Ilustrasi wajah Abu al-Wafa. (balicooming.blogspot.com)

Inibaru.id – Abu Wafa al-Buzjani atau yang lebih akrab dipanggil Abu Wafa merupakan matematikawan dan astronom Persia hebat yang dimiliki peradaban Islam kala itu. Orang-orang menyebutnya saintis serba bisa dan terkenal sebagai insinyur, pun astronom yang terkenal pada zamannya.

Abu Wafa lahir di kota kecil bernama Buzhgan (Torbat-e Jam), Khurasan pada 1 Ramadan 328 H, bertepatan dengan 10 Juni 940 M. Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Yahya bin Ismail bin al-‘Abbas Abu Al-Wafa’ al-Buzjani.

Kehebatannya dalam ilmu sains memang sudah tampak sejak dia masih kecil. Nggak hanya minatnya yang besar, Abu Wafa juga dikelilingi oleh orang-orang hebat yang mengajarinya di bidang ilmu alam. Dia belajar matematika dari pamannya, Abu Umar al-Maghazli dan Abu Abdullah Muhammad Ibn Ataba. Sedangkan ilmu geometri dikenalnya dari Abu Yahya al-Marudi dan Abu al-Ala’ Ibn Karnib.

Setelah dewasa, Abu Wafa' tumbuh menjadi seseorang yang genius. Dia banyak menciptakan karya-karya di bidang astronomi dan matematika. Pun komentar-komentar kritis darinya terhadap karya-karya matematika dan astronomi Yunani juga banyak terdengar. Sayangnya, karya-karya tersebut banyak yang hilang karena kurangnya perhatian dalam penyimpanan.

Dalam bidang astronomi, nama Abu Wafa sangat disegani oleh ilmuan barat. Untuk menghormati pengabdian dan dedikasinya dalam mengembangkan astronomi, namanya pun diabadikan di kawah bulan. Kawah bulan Abu Wafa terletak di koordinat 1.00 Timur, 116.60 Timur.

Sementara dalam bidang matematika, Abu Wafa melahirkan sederet inovasi penting dan mengembangkannya sehingga berhasil membentuk rumus trigonometri. Ini adalah sebuah cabang matematika yang berhadapan dengan sudut segitiga dan fungsi trigonometrik seperti sinus, cosinus, dan tangen. Di sini, Abu Wafa memperkenalkan fungsi tangen dan memperbaiki metode penghitungan tabel trigonometri. Dia juga memecahkan sejumlah masalah yang berkaitan dengan spherical Triangles.   

Seperti ditulis Kompasiana.com, Sabtu (12/12/2015), inilah rumus yang dihasilkan Abu Wafa itu:
sin(a + b) = sin(a)cos(b) + cos(a)sin(b)
cos(2a) = 1 - 2sin^2(a)
sin(2a) = 2sin(a)cos(a)

Selain itu, Abu Wafa pun berhasil membentuk rumus geometri untuk parabola, yakni:
x4 = a and x4 + ax3 = b.

Rumus-rumus ini hanyalah secuil dari hasil pemikiran Abu Wafa yang hingga kini masih bertahan. Masih ada banyak lagi hasil pemilikiran Abu Wafa yang bahkan sampai sulit dicari karena terbatasnya pengarsipan pada masa lalu. Namun setidaknya, rumus ini membawa manfaat besar untuk dunia arsitektur, engineering, dan bidang lainnya. (IB07/E05)