Kampung Susukan dan Cikal Bakal Islam di Lebak

Masjid Susukan merupakan masjid pertama di Kabupaten Lebak yang merupakan pusat pertahanan tentara Kesultanan Islam Banten. Ini menjadi cikal bakal penyebaran agama Islm di Lebak.

Kampung Susukan dan Cikal Bakal Islam di Lebak
Masjid Susukan, Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak (Bantenday.com).

Inibaru.id - Penyebaran agama Islam di Banten Selatan dimulai dari rencana Sultan Banten untuk mendirikan masjid agung kesultanan di daerah yang sekarang bernama Susukan, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak. Millens tahu, itu masjid pertama di Kabupaten Lebak yang merupakan pusat pertahanan tentara Kesultanan Islam Banten.

Mengutip dari Bantenday.com, para sultan Banten terus berusaha menyebarkan ajaran Islam ke seluruh wilayah kesultanan di Keresidenan Lebak. Kegiatan dakwah ditempuh melalui dua jalur, yakni melalui Rangkasbitung dan jalur Sajira. 

Nah, di jalur Sajira ini tepatnya di Kampung Sasaka atau Kampung Susukan didirikan pusat pertahanan tentara. Pasukan yang terdiri atas pasukan perang dan para intelijen ini membagun permukiman guna untuk markas militer, gudang senjata, dan gudang logistik.

Baca juga:
Mau Tahu Seperti Apa Bendera Rasulullah Saw?
Keindahan Masjid dan Sejarah Penyebaran Islam di Bangladesh

Mulai dari hal itu Masjid Susukan dibangun di Kampung Susukan, pinggir Sungai Ciberang, anak Sungai Ciujung. Ini jadi cikal bakal untuk penyebaran Islam di Lebak.

Ada yang unik lo dari pembangunan masjid di Sajira ini. Empat tiang masjid yang dibuat Sultan Hasanuddin ini beralaskan batu karang. Keempat batu karang ditanam di bawah tiang.

Kenapa Sultan Hasanudddin yang buat? Jadi, menurut cerita masyarakat setempat, pada masa Kesultanan Banten sekitar 1579, utusan dari Sultan Hasanuddin menyusuri Sungai Ciberang. Saat itu sungai dijadikan alat transportasi perdagangan sehingga mereka singgah di Susukan dan mendirikan masjid.

Konon, Masjid yang bernama Ar-Rohim itu dibangun pada malam hari sehingga nggak selesai dengan sempurna. Kemudian masjid disempurnakan oleh masyarakat yang sudah menganut ajaran Islam. 

Baca juga:
Festival Maulid Nabi di Kota Tua Lamu, Kenya
Wali Pitu dan Jejak Islam di Pulau Dewata

Pada awalnya rencana Sultan Banten itu tidak terlaksana dengan baik karena penduduk setempat tidak secara penuh membantunya. Meskipun demikian, untuk keperluan penyebaran Islam, Sultan Banten tetap membangunnya. Selain itu, Sultan Banten juga mengeluarkan ancaman kepada penduduk setempat bahwa barangsiapa menentang Islam, dia akan gila seperti anjing edan

Dengan berdirinya Masjid Susukan ini, agama Islam menyebar dari daerah ini ke berbagai penjuru Kabupaten Lebak. Kalau Millens ingin lihat seperti apa masjid bersejarah ini sekarang, bolehlah kapan-kapan datang ke sana. (LAM/SA)