Kiai Musbihin, Sosok Pemersatu dari Majenang

Kiai Musbihin dari Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dikenal sebagai sosok pemersatu umat Islam di tengah beragam kelompok yang ada. Yuk, kita mengenal lebih jauh tokoh ini.

 Kiai Musbihin, Sosok Pemersatu dari Majenang
Kiai Musbihin bersama beberapa tokoh Islam. (dakwahjateng.net)

Inibaru.id – Di antara banyak tokoh Islam di Jawa Tengah, kamu perlu mengenal Kiai Musbihin dari Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah ini. Dia tokoh yang memberikan banyak pengaruh terhadap kehidupan keberagaman, khususnya Islam, di daerah tersebut.

Sebagai pemuka agama dan tokoh yang dihormati, Kiai Musbihin dikenal hingga ke berbagai daerah. Banyak tokoh Islam mengganggap kiai tersebut sebagai guru yang dituakan. Dia mampu mempertemukan beragam aktivis organisasi masyarakat dan partai politik Islam seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Dewan Dakwah Islam Indonesia, Majelis Ulama Indonesia, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Bulan Bintang untuk membahas permasalahan umat Islam.

Baca juga:
Geliat Islam dalam Pendirian Kabupaten Kendal
Jejak Akulturasi di Masjid Agung Demak

Mengutip kompasiana.com, bersama 10 orang lainnya, Kiai Musbihin mengumpulkan para aktivis Islam dan membentuk Forum Advokasi Umat Islam Cilacap (Formaci) pada 2012. Mereka membentuk susunan organisasi dan memakai penyebutan Dewan Pembina atau Dewan Penasihat alih-alih Dewan Pelindung yang merupakan warisan Orde Baru. Kiai Musbihin menjadi Ketua Dewan Pembina sementara Ustaz Khalimi menjabat sebagai Ketua Umum Formaci.

Siapakah kiai tersebut? Sosok yang mampu merangkul semua golongan ini tercatat pernah bergabung dengan Pelajar Islam Indonesia (PII), Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI), dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) dan terlibat dalam aksi demonstrasi pada masa Orde Baru.

Kiai Musbihin sempat menjabat sebagai Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia Majenang, anggota Majelis Mujahidin Indonesia, dan Komite Sekolah SMP Muhammadiyah Majenang.

Laman nu.or.id menulis, Kiai Musbihin hingga kini memimpin Majelis Wakil Cabang NU Majenang bersama Kiai Agus Salim. Kiai Agus Salim menduduki posisi sebagai Rais Syuriyah, sementara Kiai Musbihin menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah untuk periode 2013-2018.

Baca juga:
Sebelum Masjid Agung Demak, Berdirilah Masjid Sekayu
Mbah Bantarbolang, Ki Pandan Jati, dan Jejak Islam di Pemalang

Luasnya pengaruh Kiai Musbihin dan kemampuannya untuk menjadi pemersatu umat Islam mendorong berbagai partai politik untuk meminta Kiai Musbihin aktif dalam politik praktis. Namun, dia menolak tawaran-tawaran tersebut lantaran enggan memasuki ingar-bingar politik pada usia tuanya.

Prinsip Kiai Musbihin agar tidak terlibat dalam keriuhan politik merupakan bentuk kehati-hatian agar umat Islam nggak sekadar dimanfaatkan untuk mendukung salah satu tokoh politik.

“Umat Islam Cilacap harus bersatu agar memiliki daya tawar lebih baik dan tidak mudah dimanfaatkan oleh para politikus,” tuturnya.

Singkatnya, kita patut meneladani tokoh satu ini. (IB08/E02)