"Masjidil Haram" dari Lamongan Bernama Namira

Masjid Namira Lamongan, Jawa Timur

Berkonsep ala Masjid Timur Tengah, masjid kebanggaan warga Lamongan ini dikenal sebagai "Masjidil Haram"-nya Kota Pecel Lele. Yang menarik, masjid bernama Namira itu mempunyai kiswah berukuran besar yang megah.

Inibaru.id – Namirah adalah nama sebuah masjid di Arafah, Arab Saudi. Namun, berbeda dengan masjid yang dikenal sebagai Masjid Ibrahim itu, masjid ini berada di Lamongan, Jawa Timur. Namanya sama, yakni Majid Namira. Kemegahannya pun nggak jauh berbeda

Dikenal masyarakat lantaran potongan Kiswah Kakbah berukuran besar yang diabadikan di bagian depan masjid, Namira menjadi salah satu masjid yang banyak dikunjungi umat Islam lantaran keindahannya. Bangunannya mirip masjid-masjid di Timur Tengah yang melebar.

Berlokasi di Jalan Raya Mantup, Desa Jotosanur, Kecamatan Tikung, masjid "kubus" tersebut memang acap menjadi lokasi transit lantaran tempatnya yang berada di pinggir jalan raya. Selain nyaman, kemegahan Namira umumnya menjadi alasan utama para pengunjung.

Masjid Namira. (Inibaru.id/Hayyina Hilal)

Waras Wibisono, Ketua Takmir Masjid Namira, mengatakan, masjid ini resmi digunakan pada 1 Juni 2013. dengan luas bangunan mencapai sekurangnya satu hektare. Adapun nama "Namira", lanjut Waras, diambil dari nama tengah Ghassani Namira Mirza, anak keempat dari pasangan penggagas cum pendiri masjid tersebut, yakni Helmy Riza dan Eny Yuli Arifah.

"asjid itu merupakan wujud syukur H Helmy dan Hj Eny setelah dikaruniai anak perempuan yang mereka dambakan," ungkap dia.

taman di Masjid Namira. (Inibaru.id/Hayyina Hilal)

Dua tahun berselang, Waras menambahkan, masjid tersebut diperluas hingga tiga kali lipat. Ini lantaran para jamaah yang datang ke masjid tersebut terus bertambah dari hari ke hari. Tepat pada 2 Oktober 2016, masjid itu diresmikan dan diperkirakan mampu menampung 2.500-an jamaah. Wah!

Indah dan Bersih

Dalam pengelolaannya, Masjid Namira selalu mengutamakan keindahan dan kebersihan. Pelbagai tanaman yang tercantum dalam Al Quran ada di masjid tersebut, misalnya pohon zaitun dan kurma. Mereka juga menempatkan 36 pekerja kebersihan untuk menjamin kebersihan masjid.

"Setidaknya ada satu pekerja pada tiap toilet di Namira. Mereka bekerja dari pukul 07.00 hingga 19.00 WIB," terang Waras.

Petugas kebersihan di Masjid Namira yang terus bekerja secara berkala. (Inibaru.id/Hayyina Hilal)

Satu hal yang begitu menarik perhatian di masjid tersebut adalah keberadaan potongan kiswah alias penutup Kakbah yang konon didatangkan langsung dari Masjidil Haram. Kiswah itu diletakkan pada bagian dinding depan mihrab imam yang dilindungi dengan kaca. Ada juga potongan yang lebih kecil di sekeliling masjid.

Di Masjid Namira, jamaah juga bisa mencium wewangian khas Tanah Suci. Para imam masjid tersebut juga sebagian merupakan para hafiz bersuara merdu yang didatangkan langsung dari Timur Tengah, seperti Palestina, Mesir dan Mekah. Duh, jadi pengin banget ke Baitullah pastinya!

Potongan kiswah di belakang Masjid Namira. (Inibaru.id/Hayyina Hilal)

Nah, Millens, buat kamu yang pengin berkunjung ke Masjid Namira, jangan lupakan masjid ini pas melintas atau mampir ke Lamongan ya! Jangan ingatnya cuma pecel lelenya saja! Ha-ha. (Hayyina Hilal/E03)