Masjid Tuha Indrapuri, Saksi Awal Peradaban Islam di Aceh

Sebelum menjadi masjid, dahulu bangunan ini adalah candi yang terbengkalai. Oleh Sultan Iskandar Muda, bagian atas candi dirobohkan dan dibangun menjadi Masjid Tuha Indrapuri.

Masjid Tuha Indrapuri, Saksi Awal Peradaban Islam di Aceh
Masjid Tuha Indrapuri (pikiranmerdeka.co)

Inibaru.id – Aceh merupakan salah satu pusat peradaban Islam di masa lalu. Nah, kalau kamu lagi di bantaran Krueng (sungai) Aceh di Desa Pasar Indrapuri, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar kamu bakal menemukan Masjid Tuha Indrapuri. Percaya nggak, Millens kalau usia masjid ini sudah ratusan tahun?

Masjid tersebut dibangun pada 1607-1636 masehi saat masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, lo. Menjadi salah satu situs kuno di Aceh, masjid yang berjarak sekitar 24 kilometer dari Banda Aceh itu menarik untuk diulik.

Pintu masuk area masjid. (twitter)

Dilansir dari detik.com (5/6/2018), masjid ini dibangun di atas reruntuhan pura atau candi. Jadi dahulu, di lokasi itu bediri pura sekaligus benteng kerajaan Lamuri. Diyakini kerajaan itu sebagai kerajaan tertua di Aceh.

Sebelum Islam masuk, kerajaan tersebut kabarnya sangat berjaya. Diperkirakan pura itu sudah berdiri sejak abad 10 masehi.

Gaya Arsitektur

Berdiri di atas tanah seluas 33.875 m2, masjid ini bergaya arsitektur tradisional, Millens. Sementara luas masjidnya 4.447 m2. Dikelilingi tembok yang menjadi benteng sekaligus pondasi masjid, bangunan kuno ini terlihat sangat kokoh.

Bagian dalam masjid. (harian.analisadaily.com)

Nah, kalau kamu mau masuk ke dalam masjid, kamu harus melewati pintu utama di sebelah timur dan menaiki 11 tangga. Tempat wudlu berbentuk kolam berada di depan masjid. Desain tempat wudlu semacam ini lumrah dipakai masjid-masjid Aceh di masa lalu.

Kolam wudlu masjid khas masjid kuno Aceh. (acehnews.net)

Kamu juga akan melihat keunikan konstruksi masjid. Bangunan ini didominasi kayu yang diukir unik. Masjid yang tingginya mencapai 11,65 m ini, memiliki 36 tiang penyangga berikut kuda-kuda penopang atap.

Tiang penyangga masjid. (detik.travel.com)

Selain itu, masjid ini dibangun tanpa menggunakan paku atau pun baut. Yang dipakai hanya pasak kayu. Lanjut ke bagian atap. Masjid Tuha Indrapuri memiliki atap bersusun tiga dengan ukuran makin mengecil ke atas menyerupai atap masjid Agung Demak.

Masih ada lagi, lo keunikan masjid ini. Kamu nggak akan menemukan pintu atau jendela, Millens. Untuk melihat situasi di luar masjid sekaligus ventilasi udara, ada ruang terbuka sekitar 50 cm di antara atap dan dinding.

Oya, masjid ini juga menjadi tempat dilantiknya sultan terakhir Aceh, Teuku Muhammad Daud Syah (1978). Menarik sekali ya perjalanan masjid ini, Millens. (IB05/E05)