Sebelum Masjid Agung Demak, Berdirilah Masjid Sekayu

Masjid Taqwa Sekayu di Kota Semarang diyakini sebagai masjid tertua di Jawa Tengah. Konon, masjid ini selesai didirikan ketika Masjid Agung Demak masih dalam proses pembangunan.

Sebelum Masjid Agung Demak, Berdirilah Masjid Sekayu
Masjid Taqwa Sekayu. (moiismiy.com)

Inibaru.id – Millens, ayo menjelajahi masjid tertua di Jawa Tengah! Salah satunya Masjid Taqwa Sekayu atau Masjid Sekayu di Kampung Sekayu, Kota Semarang. Konon, masjid ini lebih tua beberapa tahun daripada Masjid Agung Demak, lo.

Masjid Sekayu didirikan oleh Kiai Kamal, seorang ulama dari Cirebon. Kala itu, Kiai Kamal diperintahkan Sunan Gunung Jati, salah seorang Walisongo untuk mengumpulkan kayu. Kayu-kayu yang didatangkan dari Surakarta itu akan digunakan untuk membangun Masjid Agung Demak.  Nah, sembari mengirim kayu pillihan melalui sungai yang mengalir ke Demak, Kiai Kamal membangun Masjid Sekayu.

Pada awal dibangun, Masjid Sekayu masih berupa bangunan sederhana. Lantainya merupakan tanah dengan atap rumbia. Ada empat tiang penyangga utama yang konon merupakan hadiah dari Raden Patah, pendiri Kerajaan Demak. Pemberian itu merupakan ungkapan terima kasih atas pengabdian para pendiri Masjid Sekayu dalam membangun Masjid Agung Demak.

Kini, Masjid Sekayu sudah beberapa kali direnovasi. Dinding kayunya diganti menjadi batu bata yang disemen dan dicat putih. Lantainya sudah dipasangi keramik dan atapnya diganti genting. Mengutip laman hellosemarang.com, luas bangunan masjid Sekayu saat ini adalah sekitar 174 meter persegi. Bangunan ini berdiri di atas tanah seluas 349 meter persegi. Namun, ada beberapa sisi bangunan yang masih dijaga keasliannya, lo, yakni mustaka atau kubah masjid, pintu, dan empat tiang penyangga. Agar nggak rusak, tiang penyangga itu dilapisi dengan kayu tipis tanpa mengganti tiang asli.

Yang lebih menarik, berdasarkan penelitian, Masjid Sekayu pernah menjadi masjid besar Semarang, lo. Mengutip tribunnews.com (18/6/2016), Masjid Sekayu sempat berpindah-pindah mengikuti kantor kabupaten, di antaranya dari Bubakan ke Gabahan, lalu dari Gabahan ke Sekayu. Yap, pada zaman dahulu, kantor kabupaten harus selalu berhadapan dengan masjid.

Karena itu, daerah-daerah di sekitar Sekayu memiliki nama-nama unik, Millens. Ada yang bernama Gang Kepatihan, Temenggungan, dan Padepokan. Ada pula wilayah yang disebut Kranggan atau Kanuragan dan Beteng yang bermakna benteng atau pertahanan.

Nah, kalau kamu mau berkunjung ke sini, mudah kok. Kamu tinggal masuk ke gang kecil yang ada di samping Mal Paragon di Jalan Pemuda, Kota Semarang. Kalau kamu dari arah Jalan Thamrin, masuk saja melalui gang yang ada di sebelah Thamrin Square.

Yap, selamat menjelajahi sisi historis Masjid Sekayu! (IB08/E02)