Masjid Agung Tuban, dari Sederhana Menjadi Masjid Mewah

Di masjid Agung Tuban, bisa jadi kegiatan salat kita bakal terasa lain. Pasalnya, bangunan masjid megah itu begitu berwarna-warni, membuat kita betah berlama-lama di sini.

Masjid Agung Tuban, dari Sederhana Menjadi Masjid Mewah
Masjid Agung Tuban. (mapio.net)

Inibaru.id - Berziarah ke makam para wali menjadi kesenangan tersendiri bagi sebagaian masyarakat Muslim di Indonesia. Tuban adalah salah satu kota tujuan peziarah. Sekalian napak tilas penyebaran Islam Sunan Bonang, salah seorang Wali Sembilan, para peziarah juga bisa sekalian "piknik" di Masjid Agung Tuban nan megah dan unik.

Masjid Agung Tuban memang bersebelahan dengan kompleks makam Sunan Bonang, kendati nggak ada pertalian sejarah di antara keduanya. Nah, selain ke makam Sunan Bonang, wisatawan umumnya menjadikan masjid yang dibangun pada 1894 itu sebagai tujuan wisata, terutama setelah dipercantik hingga kini penuh warna.

Banyak orang bilang, bangunan masjid yang berlokasi di Jalan Bonang, Kutorejo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, itu sangat indah layaknya bangunan dalam dongeng 1001 malam. Ornamen masjid terlihat detail dan cantik, lantainya berkeramik indah, serta dindingnya penuh dengan ukiran. Kubah masjidnya juga berwarna terang dan terkesan ceria.

Masjid Agung Tuban yang penuh warna. (bloktuban.com)

Jelas masjid ini mempunyai gaya bangunan yang nggak seperti kebanyakan masjid di Pulau Jawa. Seperti ditulis Republika, berbeda dengan umumnya masjid di Pulau Jawa yang beratap susun tiga, masjid kebanggaan warga Tuban itu justru lebih mirip corak Timur Tengah, India, dan Eropa. Model menara masjidnya begitu mengingatkan kita pada Blue Mosque di Istanbul, Turki.

Dipercantik

Dahulu, masjid Agung Tuban nggak semegah sekarang, lo, Millens. Sempat beberapa kali mengalami renovasi kecil, baru pada 2004 masjid tersebut direnovasi secara besar-besaran.  Masjid yang dibangun pada masa pemerintahan Adipati Raden Ario Tedjo (Bupati ke-7 Tuban) dipercantik hampir seluruh bagiannya.

Perombakan masjid tersebut meliputi pengembangan dari semula satu lantai menjadi tiga lantai. Penambahan sayap kiri dan kanan juga dilakukan. Kemudian, yang paling menarik adalah pembuatan enam menara masjid yang membuatnya begitu megah. Secara keseluruhan, Masjid Agung Tuban kini mencapai 3.565 meter persegi.

Keindahan Masjid Agung Tuban pada malam hari. (mapio.net)

Nah, jika Millens berkesempatan datang ke masjid ini, maka tengok juga benda-benda peninggalan Wali Sembilan yang ada di museum di dalamnya, ya. Benda bersejarah yang disimpan di Museum Kembang Putih Tuban itu antara lain kitab Al-Quran kuno yang terbuat dari kulit, keramik Tiongkok, pusaka, dan sarkofagus.

Ayo, ayo, yang mudiknya lewat Tuban, mampir dululah dan nikmati keindahannya. (IB20/E03)