Jelang Ramadan, Kemendag Akan Jewer Distributor dan Oknum Nakal

Jelang Ramadan, Kemendag Akan Jewer Distributor dan Oknum Nakal
Ramadan dan lebaran (Foto: http://www.jawapos.com)
2k
View
Komentar

Ramadan dan lebaran seringkali dijadikan alasan oleh para pelaku usaha tak bertanggungjawab untuk melambungkan harga barang pokok. Dampaknya masyarakat Indonesia, khususnya kelas menengah kebawah menangis karena tak mampu membeli barang pokok untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ironisnya hal semacam itu hampir terjadi tiap tahun dan minim perhatian dari pemerintah.

Menyikapi hal tersebut Kementerian Perdagangan (Kemendag) siapkan strategi guna menjaga stabilitas harga pangan jelang ramadan dan lebaran. Salah satu kebijakan yang diambil pemerintah yaitu dengan menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beberapa produk pangan yang dijual di retail modern.

Penerapan HET ini berdasarkan hasil kesepakatan antara pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) dengan para para produsen dan distributor. Dengan adanya HET tersebut para pengusaha, distributor bahkan pedagang eceran tidak dapat menaikkan harga sembarangan.

Menurut Tjahya Widayanti Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) penetapan HET ini hanya berlaku pada bahan pokok seperti gula, minyak goreng, beras, daging, garam, cabe, kedelai, jagung dan lain-lain.

“Dengan penerapan HET ini, jika masyarakat ingin membeli gula dengan kemasan apapun dan merek apapun itu harganya tetap Rp 12.500. Tidak ada pilihan, bagi siapa pun yang menjual gula per kilonya Rp 12.500,” papar Tjahya.

Dalam membantu terlaksanya kebijakan ini, Tjahya juga meminta bantuan pihak Bulog untuk mengawasi distribusi barang hingga sampai pasar rakyat guna menjaga stabilitas harga barang.

“Di sini saya menekankan kepada Bulog agar mengawasi dan berperan serta dalam stabilisasi harga yang diterapkan seperti pada gula yang sebesar Rp 12.500 tersebut,” kata Tjahya saat meninjau Gudang Bulog di Kota Medan, Senin sore (1/5) seperti yang dilangsir dari media daring karirsumut.com.

Langkah Preventif

Di sisi lain Menteri Perdagangan Enggartiasto mengaku telah menyiapkan langkah preventif dalam menyambut bulan ramadan dan lebaran 2017, diantaranya yaitu mengidentifikasi ketersediaan stok dan harga bahan pokok, baik di tingkat nasional maupun di tingkat daerah. 

"Selain itu, diperlukan juga identifikasi langkah-langkah kesiapan instansi terkait dan pelaku usaha bahan pokok, terutama untuk menghindari terjadinya kekurangan stok, gangguan distribusi, dan aksi spekulasi," ujar dia, Rabu (3/5).

Enggartiasto juga telah mengingatkan untuk mengikuti aturan dan menjauhi praktik spekulasi. Pihaknya akan menjewer distributor nakal yang kedapatan melakukan praktik tersebut. Praktik spekulasi selama ini dinilai telah merugikan banyak masyarakat. Para spekulan yang mempermainkan pasar dengan cara menimbun barang berakibat pada kelangkaan stok. Selain itu praktik spekulasi ini juga berpotensi menyebabkan barang-barang kedaluarsa dan tidak layak konsumsi oleh masyarakat.

"Jangan pernah para spekulan berpikir bisa menimbun barang. Kami pasti akan distribusikan berapa pun kebutuhannya karena kami memiliki persediaan yang cukup. Jangan berani menimbun," kata dia. (NA)