Jejak Islam di Portugal: Kisah Keharmonisan di Antara Pemeluk Agama

Portugal yang sekuler punya komitmen besar dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama. Orang Islam di sana bebas menjalankan agamanya di tengah-tengah mayoritas pemeluk Katholik Roma.

Jejak Islam di Portugal: Kisah Keharmonisan di Antara Pemeluk Agama
Salat di Mesquita Central de Lisboa (Masjid Agung Lisabon) yang didirikan 1985 (beautifulmosque.com)

Inibaru.id – Portugal yang berpenduduk mayoritas beragama Katholik Roma ternyata memiliki penduduk pemeluk Islam yang cukup banyak. Umumnya mereka adalah pendatang dari beberapa negara.

Seperti dilansir Republika.co.id (29/9/2017). jumlah umat muslim di Portugal diperkirakan mencapai 30 ribu jiwa. Mereka berasal dari berbagai negara, terutama dari Mozambik, Kenya, Makao, Pulau Goa di India, bagian timur Indonesia, dan keturunan muslim India.

Baca juga: Jejak Islam di Portugal: Bermula dari Kekhalifahan Andalusia

Tak ketinggalan kaum muslimin yang datang dari Afrika Barat dan Timur Tengah seperti Mesir, Maroko, dan Aljazair. Ada pula para mualaf Portugal walaupun jumlahnya tidak terlampau banyak. Kedatangan imigran Muslim ke Portugal mulai berlangsung selepas Perang Dunia II.

Portugal merupakan negara sekuler, seperti halnya di banyak negara Eropa, mereka memisahkan secara tegas aspek keagamaan dengan pemerintahan. Meski begitu, negara tetap memberikan perhatian terhadap kehidupan agama dan hubungan antarumat beragama.

Terkait keberagamaan, ada dua aturan pokok yang berlaku, yaitu perjanjian khusus (concordat) 1940 dengan Keuskupan Roma mengingat mayoritas penduduk (84,5 persen) beragama Katholik Roma. Kedua, Undang-Undang Kebebasan Beragama. Diterbitkan sejak 2001, peraturan itu bertujuan memberikan pengakuan serta hak-hak umat agama lain yang selama ini tinggal di Portugal.

Kurun 1980 sampai 1990-an merupakan masa-masa penuh keharmonisan kehidupan masyarakat di Portugal. Umat Islam dan umat agama lain bisa melaksanakan peribadatan dengan leluasa. Masjid, musala, dan sekolah Islam pun banyak didirikan.

Baca juga: Jejak Islam di Portugal: Perjuangan Menepis Islamofobia

Portugal selanjutnya memiliki dua masjid agung dan 17 musala. Sebagian besar terletak di Lisabon, Coimbra, Filado, Evoradi, dan Porto. Sekolah Dar al-Ulum al-Islamiyyah melengkapi sarana pendidikan di Lisabon. Sekolah ini setingkat dengan sekolah menengah pertama dan menengah atas.

Selain itu, sejumlah masjid dan mushala turut membuka kelas halaqah tahfidz Alquran, bahasa Arab, dan ilmu-ilmu Islam. Kaum muslim juga menerbitkan sejumlah jurnal berbahasa Portugal dan berbahasa Arab seperti majalah Islam. (EBC/SA)