Seharusnya Begini Muslim Atur Fulus-nya

Islam telah memberikan petunjuk dalam setiap aspek kehidupan umatnya. Salah satunya mengenai urusan finansial yang dijelaskan melalui Alquran dan hadist.

Seharusnya Begini Muslim Atur Fulus-nya
Mengatur keuangan dalam Islam (Thisdaylive.com)

Inibaru.id – Islam memang agama yang komplet. Semua urusan sudah diatur termasuk urusan duit. Umat nggak boleh boros atau terlalu pelit. Allah berfirman dalam Surat Al Isra' ayat 26-27 yang artinya:

“dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya.” 

Mengutip cermati.com (19/6/2018), berikut ini cara mengatur keuangan dalam Islam. Yuk simak ulasannya!

1. Atur 1-1-1

Salman Al Farisi merupakan pencetus rumus tersebut. Jadi, konsepnya membagi penghasilan kita menjadi tiga bagian. Untuk keperluan konsumtif, sedekah, dan modal.

Membagi penghasilan menjadi tiga. (Ehow.com)

 

2. Sisihkan untuk Modal

Diriwayatkan oleh Ibrahim Al Harbi dalam Ghorib Al Hadits dari hadits Nu’aim bin ‘Abdirrahman, “Sembilan dari sepuluh pintu rejeki ada dalam perdagangan”

Sisihkan penghasilan yang diperoleh untuk modal. Meski bukan pedagang, gunakan uang gaji yang disisihkan tersebut untuk membuka usaha yang akan menambah pendapatan atau membeli aset.

Modal atau aset tersebut nggak harus barang terlihat, contohnya ilmu dan skill. Jika kamu tipe profesional, meningkatkan kompetensi dan skill adalah bagian dari modal yang bisa meningkatkan pendapatanmu.

Investasi. (Thebalance.com)

 

3. Menabung

“Simpanlah sebagian dari harta kamu untuk kebaikan masa depan kamu, karena itu jauh lebih baik bagimu.” (H.R Bukhari)

Dengan menabung artinya kamu memiliki uang cadangan yang bisa digunakan kapan saja. Meski awalnya terasa sulit, kamu akan merasakan manfaatnya ketika tabunganmu sudah terkumpul banyak.

Menabunglah sedikit demi sedikit, misalnya Rp 10 ribu per hari, maka sebulan akan terkumpul Rp 300 ribu dan setahun mencapai Rp 3.6 juta. Lumayan bukan?

Menabung (okezone.com)

Menabung. (Thesun)

 

4. Jangan Boros

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS. Al-Furqon :67)

Belanja berlebihan atau boros dilarang dalam Islam. Jadi, belilah segala kebutuhan sesuai dengan kadarnya. Hindari membeli barang yang nggak diperlukan. Jangan sampai bersifat konsumtif karena nantinya akan sangat merugikan.

Bijak belanja. (Kiaracondong.com)

 

5.  Bersedekah

Bersedekahlah kalian, karena sesungguhnya sedekah dapat menambah harta yang banyak. Maka bersedekahlah kalian, niscaya Allah menyayangi kalian. (Al-Wasail 6: 255, hadis ke 11).

 

Ini berlaku bagi semuanya, baik yang berpenghasilan besar maupun kecil. Pasalnya terdapat 2,5 % hak orang lain dalam rezeki yang kita diterima. Bersedekah menjadi salah satu cara mensucikan harta yang dimiliki. So, jangan ragu untuk bersedekah ya!

Sedekah. (Islami.co)

 

6. Hindari Hutang

"Barangsiapa utang uang kepada orang lain dan berniat akan mengembalikannya, maka Allah akan luluskan niatnya itu; tetapi barangsiapa mengambilnya dengan Niat akan membinasakan (tidak membayar), maka Allah akan merusakkan dia." (Riwayat Bukhari).

 

Dalam Islam, masalah utang menyangkut dunia akhirat. Bahkan, jika seseorang meninggal dalam keadaan berhutang, ahli warisnya wajib melunasinya. Karena itu, jika nggak benar-benar kepepet, hindarilah berutang.

Bebas hutang (emakpintar.org)

Sedapat mungkin hindari utang. (Faithandvinctory.com)

Nah, coba deh kamu aplikasikan tips di atas dalam kehidupan sehari-hari. Selain keuangan menjadi lebih teratur, hidup jadi lebih tenang kan? (IB05/E05)