Calon Haji Termuda Asal Sumatera Ini Sisihkan Uang Sejak SMP Demi Bisa Naik Haji

Amir berhasil raih impiannya untuk beribadah di Tanah Suci dengan perjuangan yang sangat hebat. Seperti apa perjuangannya? Simak ulasan berikut!

Calon Haji Termuda Asal Sumatera Ini Sisihkan Uang Sejak SMP Demi Bisa Naik Haji
Haji Termuda. (Foto:https://www.google.co.id)

Inibaru.id -Sebuah cerita luar biasa dating dari Sumatera Utara. Seorang pemuda berusia 20 tahun bernama Amir Hasan Martua Lubis akan menjadi calon haji termuda yang di berangkatkan pada musim haji tahun ini. Berbeda dengan kebanyakan calon haji berusia muda lainnya yang biasanya melakukan ibadah haji ini karena berasal dari keluarga yang berkecukupan, Amir ternyata berhasil mendapatkan impiannya untuk beribadah di Tanah Suci dengan perjuangan yang sangat hebat, yakni dengan menyisihkan sedikit demi sedikit uang yang ia punya sejak SMP!

Pemuda yang berasal dari Kabupaten Padang lawas ini di jadwalkan berangkat pada hari Selasa, 1 Agustus, 2017.Tak hanya berhaji seorang diri, Amir ternyata juga berangkat bersama dengan ibunda nya, Masdiana Harahap. Keduanya tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 5 untuk Jemaah haji dari Sumatera Utara.

Saat ditemui di Asrama Haji Medan pada hari Senin, 31 Juli 2017 lalu, Amir dengan malu-malu menceritakan perjuangannya demi mewujudkan keinginan nya untuk berangkat keTanah Suci ini. Sejak SMP, Amir ternyata sudah memiliki keinginan kuat agar bisa berhaji. Biaya haji yang sangat mahal ternyata tidak mengurungkan niatnya ini.

Ia mulai menyisihkan separuh dari uang jajannya yang hanya Rp 10 ribu ini demi ongkos haji yang mencapai puluhan juta rupiah itu. Saat memasuki SMA, semangat untuk berhaji ini ternyata tidak pernah padam. Ia terus menyisihkan uang jajannya demi mewujudkan impiannya ini. Bahkan, setelah berhasil bekerja di salah satu perusahaan di Dumai, Riau, selepas lulus SMA padatahun 2011, jumlah tabungannya untuk berhaji terus bertambah.

Tiap Bulan

Amir sendiri tidak pernah menghitung seberapa banyak tabungannya. Yang ia ingat, di saat sekolah ia bisa menabung hingga sekitar Rp 200 ribu setiap bulannya. Sementara itu, saat sudah bekerja, ia bisa menyisihkan uang hingga setengah juta rupiah per bulan. Saat mendaftar untuk berangkat haji, ia tak menyangka jika tak hanya bisa mendaftarkan dirinya sendiri, ia juga mampu berangkat keTanah Suci bersama dengan ibunda tercinta.

Amir pun berharap bisa menjadi haji yang mabrur dan pribadi yang lebih baik setelah beribadah di Tanah Suci nanti. Ia juga mengaku akan berdoa agar dilimpahkan rezeki sehingga mampu berkuliah. Amir yang dilahirkan dari ayah yang bekerja sebagai sopir dan ibu yang berdagang nasi ini sendiri bercita-cita menjadi konsultan di dunia teknik sipil dan arsitek.

Sang ibu, Masdiana, menyebutkan bahwa Amir memang memiliki tekad yang kuat untuk berhaji sejak kecil. Hal ini sangat berbeda dengan kakak-kakak nya yang tidak memiliki impian yang serupa. Saat Mas Diana pergi umrah beberapa tahun sebelumnya, Amir sebenarnya juga ingin ikut, namun, Mas Diana memintanya untuk mendaftar haji saja agar impiannya benar-benar bisa terwujud. (AW/IB)