Belajar Toleransi dari Sunan Kalijaga

Inilah budaya toleransi yang diajarkan Sunan Kalijaga

Belajar Toleransi dari Sunan Kalijaga
Islam abangan (Foto : id.wikipedia.org)
824
View
Komentar

inibaru.id - Jelang Ramadan, ribuan orang datang berziarah ke makam Sunan Kalijaga, Kadilangu Kabupaten Demak Jawa Tengah. Tak hanya datang dari berbagai daerah di Indonesia, peziarah pun banyak yang berasal dari mancanegara. Sunan Kalijaga merupakan salah satu dari wali sembilan yang menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa pada abad ke 14.

Dalam menyebarkan ajaran Islam, Sunan Kalijaga menggunakan pendekatan budaya. Dakwah yang dilakukan seringkali menggunakan sarana kesenian seperti gamelan, wayang, ukir bahkan dengan lagu. Selain itu, dalam menyebarkan Islam Sunan Kalijaga juga menekankan pada nilai toleransi sehingga ajaran Islam mudah diterima oleh semua kalangan.

“Proses adaptasi antara nilai Islam dengan budaya yang dilakukan oleh beliau dilakukan dengan sangat halus, sehingga tidak banyak terjadi penolakan dan diterima oleh semua kalangan,” ujar Indah Dwi Astuti yang diwawancarai oleh metronews.com saat berziarah di makam Sunan Kalijaga.

Juru kunci makam Sunan Kalijaga, Raden Prayitno juga menyebutkan bahwa dalam melakukan syiar Islam, Sunan Kalijaga merangkul semua golongan dari berbagai agama. Hal tersebut membuat penyebaran Islam terjadi tanpa gesekan dengan ajaran lain.

“Dalam berdakwah beliau tidak menggunakan kekerasan, tapi dengan merangkul semua agama,” jelas Prayitno.

Selain makam Sunan Kalijaga, Masjid Agung Demak merupakan tempat yang juga banyak dikunjungi para peziarah. Pasalnya, masjid yang dibangun oleh empat wali di tengah kota tersebut memuat simbol persatuan. Hal tersebut terlihat dari konstruksi bangunan masjid yang memiliki empat tiang penyangga didalamnya.

Keberadaan Sunan Kalijaga dan Masjid Agung Demak merupakan wujud Islam yang sejuk dan toleran. Nilai-nilai ini diharapkan terus melekat dan menjadi teladan penting bagi hidup berbangsa dan bernegara. Dengan cara toleransi dan merangkul semua golongan inilah, penyebaran agama yang dilakukan tidak akan merusak persatuan dan kesatuan bangsa. (NA)