Begini Tata Cara Mandi Setelah Haid
Tata cara mandi haid. (Wsj.com)

Begini Tata Cara Mandi Setelah Haid

Mandi besar setelah haid? Coba cek dulu, yuk, apakah cara mandimu sudah tepat.

Inibaru.id – Setelah haid, kamu perlu membersihkan diri dengan mandi besar a.k.a. mandi haid agar bisa melakukan ibadah. Nah, tapi, cara mandi haid yang tepat seperti apa, ya? Simak tata cara mandi hadi seperti cara yang diriwayatkan oleh Imam At Tirmidzi.

Membaca basmalah

Basmalah. (joshberer.wordpress.com)

Untuk mandi haid, kamu perlu mengawalinya dengan membaca bismillah sambil berniat untuk membersihkan hadas besar. Niat mandi wajib adalah sebagai berikut.

Nawaitu ghusla liraf’il hadatsil akbar minal haidi fardlon lillahi ta’ala.

Artinya, “Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar dari haid fardhu karena Allah ta’ala.”

Membasuh tangan dan alat kelamin

Membasuh tangan. (Mashable.com)

Selanjutnya, kamu perlu membasuh kedua tangan sebanyak 3 kali, seperti ditulis Muslimah.co.id (25/2/2018). Setelah itu, basuh alat kelamin dari kotoran dan najis. Oya, lebih baik kamu juga memberi wewangian.

An-Nawawi rahimahullah berkata, “Di antara sunah bagi wanita yang mandi dari haid adalah mengambil minyak wangi kemudian menuangkan pada kapas, kain atau semacamnya, lalu memasukkannya ke dalam farji-nya setelah selesai mandi. Hal ini disukai juga bagi wanita-wanita yang nifas karena nifas adalah haid.” (Dinukil dari Jami’ Ahkaam an-Nisaa’: 117 Juz: 1).

Mengambil wudu

Wudhu. (Ounousa.com)

Ambil wudhu seperti biasa. Tapi, nggak perlu basuh kakimu, ya! Ini karena membasuh kaki baru dilakukan seusai mandi.

Membasuh rambut dan kepala

Kamu perlu membasuh rambut dan kepala. (Wsj.com)

Kamu perlu mengawalinya dengan membasuh keseluruhan rambut di kepala. Kemudian, basuh kepala beserta telinga sebanyak 3 kali.

Eits, pastikan rambutmu benar-benar basah dari pangkal hingga ke ujung, ya. Ini seperti yang dijelaskan Syekh Mushthafa Al-‘Adawy.

Syekh Mushthafa Al-‘Adawy berkata, “Wajib bagi wanita untuk memastikan sampainya air ke pangkal rambutnya pada waktu mandinya dari haid baik dengan menguraikan jalinan rambut atau tidak. Apabila air tidak dapat sampai pada pangkal rambut kecuali dengan menguraikan jalinan rambut maka dia (wanita tersebut) menguraikannya—bukan karena menguraikan jalinan rambut adalah wajib—tetapi agar air dapat sampai ke pangkal rambutnya. Wallahu A’lam.” (Dinukil dari Jami’ Ahkaam An-Nisaa’ hal: 121-122 Juz: 1 cet: Daar As-Sunah).

Meratakan air ke seluruh tubuh

Meratakan air ke tubuh. (Huffingtonpost.com)

Ratakan air ke seluruh tubuh, termasuk sebelah lambung kanan dan lambung kiri dari atas sampai bawah. Kemudian, gosok bagian-bagian yang sulit dibersihkan seperti pusar, ketiak, lutut, dan lain-lain. Setelah selesai, basuh kedua kakimu.

Nah, begitu, Millens! Sekarang, kamu sudah tahu tata cara mandi haid yang tepat. (IB08/E05)