Tepat Pilih Bahan Infused Water, Bantu Hindari Dehidrasi dan Lesu Saat Puasa

Puasa selalu identik dengan dehidrasi dan lesu. Oleh karena itu memperbanyak kadar air dalam tubuh dengan cara minum yang cukup sangat dianjurkan dalam bidang kesehatan.

Tepat Pilih Bahan Infused Water, Bantu Hindari Dehidrasi dan Lesu Saat Puasa
Infused Water. (foto: Food Network)

inibaru.id - Puasa selalu identik dengan dehidrasi dan lesu. Oleh karena itu memperbanyak kadar air dalam tubuh dengan cara minum yang cukup sangat dianjurkan dalam bidang kesehatan. Paling lazim, minuman yang paling banyak dikonsumsi seseorang untuk menambah kadar air dalam tubuh adalah air putih.

Namun, di era kekinian cara meminum air putih pun lebih variatif. Misalnya air putih yang disajikan dalam bentuk Infused Water atau air infus. Air infus merupakan proses penyajian minuman air putih yang ditambah dengan berbagai jenis buah dan herbal yang telah dipotong-potong dan dibersihkan sebelumnya untuk memberikan sensasi rasa air tertentu. Air infus ini diklaim dapat membuat tubuh lebih segar, apalagi dalam keadaan berpuasa.

Menurut Executive Sous Chef Hotel Mandarin Oriental Jakarta, Deden Permana, minum air infus berisi buah-buahan saat sahur membuat badan lebih segar sehingga lebih siap menjalani puasa yang lamanya kurang lebih14 jam dalam sehari.

Baca juga:
Calon Haji Termuda Asal Sumatera Ini Sisihkan Uang Sejak SMP Demi Bisa Naik Haji
Masih Tak Syukur Mudik Mepet Lebaran? Belajar Dulu dari 10 Profesi Ini.

“Saya sudah merasakannya sendiri, jadi tidak terlalu cepat haus. Efeknya ke kulit juga tidak lekas kering. Selain itu air infus juga membuat badan lebih segar dan tidak terlalu lesu.” kata Deden, Selasa (14/6) sepeti yang dilansir oleh daring Tempo.com.

Kendati demikian, untuk menghasilkan air infus yang baik untuk kesehatan kita perlu memerhatikan buah atau bahan yang akan digunakan sebagai campuran. Deden kembali menjelaskan beberapa alternatif buah atau bahan lain yang baik digunakan untuk membuat air infus. Pertama, air infus yang terdiri dari apel dan kayu manis. Apel yang dipakai dua macam, merah dan hijau, sedangkan kayu manis dalam bentuk asli, bukan bubuk.

“Apel banyak vitaminnya, terutama yang merah. Kayu manis lebih baik jangan yang bubuk karena membuat air keruh,” ujar Deden.

Adapun cara penyajian air infus yang baik ini minimal dua jam sebelum diminum, bisa dicampur es batu atau dimasukkan ke kulkas dulu agar lebih segar. Minuman ini baik diminum sebelum atau sesudah berolahraga karena baik untuk metabolisme tubuh sekaligus menjaga berat badan. Atau jika ketika berpuasa, air infus bisa diminum ketika sahur.

Baca juga:
7 Bentuk Investasi Terbaik yang Diatur dalam Al Quran dan Hadist
Berburu Malam Lailatul Qadar, Kenali 8 Tanda-Tanda Datangnya.

Kedua, air infus dengan campuran sitrus atau berbagai jenis jeruk, seperti lemon, jerus nipis, dan jeruk, serta daun mint. Menurut Deden, air infus ini dapat membantu proses metabolism. Meskipun jeruk memiliki kadar keasaman yang kuat, namun dengan air infus ini aman di konsumsi oleh penderita maag.

Untuk hasil yang lebih baik, air infus tidak disarankan diisi ulang lebih dari dua kali.

“Kalau diisi lebih dari dua kali, kondisi buah sudah jelek, bukan jadi bermanfaat buat kesehatan tapi sebaliknya,” pungkas deden.(NA/IB)