Uniknya Masjid Lumpur Agadez

Buat boneka dari lumpur? Itu sih sudah biasa. Tapi kalau ada masjid terbuat dari lumpur? Ini baru luar biasa. Penasaran?

Uniknya Masjid Lumpur Agadez
Masjid Agadez (pinterest.com)

Inibaru.id - Masjid yang dibuat dari lumpur ini bernama Agadez di Niger, salah satu negara paling panas di dunia yang dijuluki sebagai “Panci Penggorengan Dunia”. Masjid Agadez dibangun pada abad ke-16 atas perintah Raja Songhai, Muhammad Askia, setelah berhasil menaklukkan Agadez. Perlu kamu tahu, Agadez itu salah satu kota yang telah berdiri sejak abad ke-14 dan merupakan kota terbesar di Niger, berada di sekitar 740 kilometer sebelah timur laut ibu kota negara, Niamey.

Pada abad ke-15, Agadez  menjadi  kota pusat pemerintahan Sultan Tuareg. Pantas saja, banyak monumen sejarah di sana, salah satunya Masjid Agadez. Seperti terlansir di travel.mapsof world.com (13/1/2018), Masjid Agadez dibangun pada 1515, kemudian diperbaiki pada 1844 tanpa mengubah bentuk aslinya.

Baca juga:
Masjid Agung Isfahan, Masjid Tertua di Iran yang Menjadi Warisan Dunia
Al Noor, Masjid Pertama dan Bukti Perjuangan Panjang Muslim Dominika

Seperti bangunan tradisional lainnya di Afrika, masjid ini dibangun dari lumpur dan potongan kayu. Masjid juga memiliki menara setinggi 30 meter yang ditopang oleh balok kayu. Potongan kayu yang dipasang di sekeliling dinding menara selain untuk memperkuat struktur bangunan, juga berfungsi sebagai tangga ketika merenovasi atau memperbaiki bangunan.

Saat ini, menara Masjid Agadez merupakan menara tertinggi di Afrika yang merupakan menara bersejarah dan paling terkenal di Afrika sub-Sahara.

Keren, ya. Itu dia yang menjadi pemandangan menarik di Agadez. Keunikan masjid ini juga dipengaruhi oleh arsitektur Yunani, loh. Karena keunikannya, masjid ini dijadikan pusat studi Islam di Niger dan terus berlanjut sampai sekarang.

Dikutip dari Republika.co.id (13/1/2018), Millens perlu tahu nih, di sisi samping masjid ini, dibangun istana sultan yang terbuat dari pasir. Istana ini menjadi rumah bagi sultan yang berkuasa saat ini. Jadi, untuk salat berjamaah sultan menapaki tangga demi tangga masjid tersebut.

Oiya, ternyata nggak hanya Masjid Agadez, saja. Masjid Djenne di Mali dan Masjid Larabanga di Ghana juga terbuat dari lumpur.

Baca juga:
Islam Pesat di Negeri Ratu Elizabeth
Masjid Bayan Beleq, Saksi Bisu Masuknya Islam di Tanah Lombok

Lalu, bagaimana ya lumpur bisa digunakan untuk membuat bangunan? Pertama, lumpur terlebih dahulu dibuat menjadi semacam batu bata yang disebut adobe, merupakan bahan bangunan benar-benar alami. Bahan bangunannya terbuat dari pasir, tanah liat, air dan bahan organik seperti tongkat, jerami, atau pupuk kandang. Karena itu, struktur bangunannya menjadi kokoh dan tahan lama.

Oh, jadi itu, rahasianya. Hmm, kira-kira, bagaimana ya sensasi salat di masjid lumpur? (LIF/SA)