Afi Nihaya, Islam Itu Kasih Sayang Bukan Kekerasan

Alfi Nihaya gelisah, ini kritikan yang disampaikannya

Afi Nihaya, Islam Itu Kasih Sayang Bukan Kekerasan
Afi Nihaya Faradisa (Foto : facebook.com)

inibaru.id - Afi Nihaya Faradis, setelah berhasil memberi kritik melalui tulisan dengan judul “Warisan” dalam laman media sosial facebooknya, kini ia kembali menyumbangkan gagasan terkait agama dan ajaran kedamaian menyusul kasus bom teror yang terjadi di kampung melayu Kamis (25/5).

Tulisan tersebut merupakan bentuk kegelisahan gadis kelahiran Banyuwangi terkait kasus teror pengeboman di Kampung Melayu yang setidaknya telah memakan banyak korban.

Menurutnya, pengeboman yang mengatasnamakan jihad hanya merupakan persepsi pelaku yang keliru. Pengatasnamaan agama dalam aksi terorisme juga dianggapnya sebagai kesalahpahaman seseorang dalam memahami agama.

"Setiap agama mengajarkan kedamaian, mengajarkan kasih sayang. Arti agama sendiri, a adalah tidak dan gama artinya kacau. Jadi agama yang membuat kekacauan adalah kesalahan pemahaman dari pemeluknya," ungkap Afi pada dalam kompas.com Kamis (25/5).

Gadis kelahiran Banyuwangi ini menuturkan bahwa menurutnya agama apapun, dimanapun sudah pasti mengajarkan tentang nilai-nilai kebaikan. Tak terkecuali mengajak pada perdamaian.

Selain itu, Afi juga mengatakan  bahwa dalam agama Islam didalamnya secara jelas mengandung prinsip yang mengajarkan tentang nilai kasih sayang.

Dalam kutipan tulisannya ia menyebutkan bahwa kalimat basmalah, pembuka surat-surat Al-Qur'an dan doa yang paling sering diucapkan umat Islam sedunia, mengandung dua sifat utama Tuhan: "Maha Pengasih" dan "Maha Penyayang".

Kalimat tersebut menurutnya menjadi menjadi bukti paling tegas bahwa kasih sayang adalah jiwa dari seluruh ajaran Islam. Bukan sebaliknya, yakni kekerasan melaui teror yang banyak merugikan orang lain.