5 Kiat Daki Gunung Saat Ramadan

Ingin berpuasa namun tidak meninggalkan hobi mendaki gunung? inilah tips agar tetap bisa mendaki gunung walaupun dalam keadaan berpuasa

5 Kiat Daki Gunung Saat Ramadan
Mendaki Gunung (Foto : adventuretreks.com)
2k
View
Komentar

inibaru.id - Bulan ramadan, bagi sebagian pemilik hobi pendaki gunung terkadang menjadi kendala tersendiri. Bulan ramadan yang identik dengan bulan puasa terkadang menjadi alasan yang mengendurkan semangat para penjelajah alam termasuk didalamnya para pendaki gunung.

Alasan yang muncul pun beragam diantaranya khawatir mengalami dehidrasi, stamina kurang, kelelahan dan lain sebagainya. Nah, berikut ini adalah kiat yang dapat dilakukan oleh pemilik kegemaran mendaki gunung agar dapat tetap menjalankan hobinya di tengah bulan puasa:

  1. Membawa barang secukupnya

Membawa barang yang tidak terlalu banyak akan membantu meringankan beban pendaki gunung dalam perjalanan. Sehingga dalam perjalanan tenaga tidak akan banyak terkuras. Jangan lupa membawa peralalatan ibadah seperti sajadah, mukena maupun sarung agar amalan ibadah di bulan puasa tetap berjalan lancar.

  1. Membawa menu makan wajib

Untuk penghasil energi tubuh diperlukan asupan karbohidrat yang baik dari makanan. Seperti nasi, gandum, kentang dan lain sebagainya. Adapun mie instan dan kopi atau teh yang biasanya menjadi makanan dan minuman wajib saat mendaki, pada bulan puasa ini sangat tidak dianjurkan. Karena kopi atau teh yang bersifat diuretik atau membuang air.

  1. Tingkat kemiringan gunung

Gunung yang dipilih sebaiknya memiliki tingkat kemiringan kurang dari 30 derajat atau landai. Hal tersebut bertujuan agar perjalanan dalam menempuh medan dapat dilakukan dengan santai.

  1. Melakukan riset untuk menetapkan gunung tujuan

Sebelum melakukan pendakian, lebih baik seseorang melakukan riset terlebih dahulu. Riset tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi cuaca termasuk antisipasi jika kemungkinan terjadi badai. Riset juga diperlukan untuk memastikan jalur pendakian yang mungkin sedang ditutup, seperti Gunung Gede dan Gunung Ciremai di Jawa Barat.

  1. Memilih waktu yang tepat untuk memulai perjalanan

Hal yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah terkait pemilihan waktu dalam memulai perjalanan. Terdapat beberapa pilihan waktu yang efektif untuk memulai perjalanan pendakian.

Pilihan terbaik yakni mendaki setelah sahur agar tiba di titik perkemahan sebelum waktu buka. Sedangkan pilihan kedua, yakni mendaki saat sore, berbuka di tengah perjalanan, dan melanjutkan pendakian hingga mendekati waktu sahur. Dengan cara ini, pendaki terhindar dari sengatan matahari sehingga cairan tubuh tak banyak berkurang.

Selamat melancarkan ekspedisi menaklukan ketinggian dalam kondisi berpuasa. (NA)