4 Tempat Ziarah Makam Islam di Semarang

Mengunjungi makam atau kubur sudah jadi budaya yang dikenal dengan nama ziarah bagi masyarakat Indonesia. Nah, kalau kamu sedang ada di Semarang sempatkan ziarah di beberapa makam ini ya!

4 Tempat Ziarah Makam Islam di Semarang
Hedrar Prihadi saat zirah makam Ki Ageng Pandanaran. (Viva.co.id)

Inibaru.id – Berziarah makam nggak sekadar datang dan berkunjung. Lebih dari itu, peziarah mengunjungi tempat-tempat sakral yang terkait dengan agama dan kepercayaannya dengan motivasi untuk meningkatkan nilai-nilai spiritual dan untuk mendapatkan pengalaman budaya dan tradisi religi setempat. Biasanya para peziarah mengunjungi tempat-tempat tersebut karena memiliki kedekatan dari sisi historis atau leluhur.

Nah, berikut ini ada beberapa wisata ziarah Islam di Semarang yang bisa kamu kunjungi, Millens.

  1. Makam Ki Ageng Pandanaran

Ki Ageng Pandanaran merupkan Bupati pertama Kota Semarang. Berdasarkan data sejarah, Ki Ageng Pandanaran mendirikan sebuah dusun kecil di daerah Pragota di kawasan Kota Semarang 471 tahun lalu.

Ki Ageng Pandanaran meninggal pada 1496. Makam Ki Ageng Pandanaran berada di Jl. Mugas Dalam II / 4 kelurahan Randusari Kecamatan Semarang Selatan. Tempat tersebut banyak dikunjungi oleh peziarah terutama pada acara haul meninggalnya.

Ziarah. (Analisa.daily.com)

  1. Makam Kiai Soleh Darat

Makam ini berada di pemakaman umum Borgota, Semarang. KH. Sholeh Darat dikenal sebagai Mahaguru santri Nusantara dengan karya-karya tulis dan terjemahannya yang dipercaya mencapai 40 kitab.

Namun hingga saat ini baru 12 judul yang ditemukan, di antaranya Majmu’at Syari’at al-Kafiyat al-AwamMunjiyat Metik sangking Ihya’ Ulum al-Din al-Ghozali, Terjemahan al-Hikam karya Ahmad bin Athoillah, Hadits al-Mi’roj dan Syarah Maulid al-Burdah.

  1. Makam Syekh Kramat Jati (Habib al-Hasan bin Yahya)

Makam ini berlokasi di Lemper Kidul, Semarang Selatan, Kota Semarang. Habib Hasan lahir di Kota Inat (Hadramaut) dari pasangan Habib Thoha bin Yahya dengan Syarifah Aisyah binti Abdullah al-Idrus.

Syekh Kramat Jati mendapat pendidikan langsung dari kedua orang tuanya. Di samping belajar ilmu syariat, habib hasan juga belajar ilmu thoriqot dan hakikat kepada para ulama dan auliya’.

Habib Hasan melanglangbuana ke berbagai negara untuk berdakwah. Adapun tempat pertama yang disinggahi sewaktu tiba di Indonesia adalah kota Palembang, kemudian ke Banten, dan kota-kota lainya seperti Cirebon dan Kendal.

Berzirah di makam. (Wonderful Indonesia)

  1. Makam Syekh Jumadil Kubro

Makam ini berada di Jalan Yos Sudarso Nomor 1 Kelurahan Terboyo Kulon, Kecamatan Genuk, Semarang. Dia adalah cucu ke-18 Rasulullah Muhammad Saw dari garis Sayyidah Fatimah Az-zahrah Al-Battul.

Menurut cerita getok tular (dari mulut ke mulut) yang beredar, Syekh Jumadil Kubro diyakini sebagai bapak para Wali Songo, yaitu Sunan Ampel (Raden Rahmat), dan Sunan Giri (Raden Paku) konon adalah cucunya, sedangkan Sunan Bonang dan Sunan Drajat, Syekh Jumadil Kubro adalah buyutnya. Sementara Sunan Kudus adalah cicitnya. Wah!

Perlu diketahui juga perihal makam Syekh Jumadil Kubro nggak hanya terdapat di Semarang, tapi juga di Trowulan Majapahit, Mojokerto. (IB06/E05)