Wow! Bikin Charger Smartphone dari Suhu Tubuh Manusia, Mahasiswa Ini Penemunya

Mahasiswa Ini Bikin Charger Smartphone dari Suhu Tubuh Manusia. Penasaran? Check this out.

Wow! Bikin Charger Smartphone dari Suhu Tubuh Manusia, Mahasiswa Ini Penemunya
722
View
Komentar

inibaru.id - Ponsel telah menjadi salah satu hal yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang yang bahkan mengaku jika tanpa adanya ponsel, mereka seperti mati gaya atau kebosanan. Sayangnya, kadangkala kita lupa mengisi daya baterai sehingga ponsel kita kehabisan daya dan akhirnya mati saat berada di luar rumah.

Sebelum kita mati gaya karena tidak bisa memainkan ponsel, kita bisa menggunakan charger unik yang diciptakan oleh mahasiswa dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini. Lantas, apa keunikan dari charger ciptaan mereka?

Charger ponsel ini tidak membutuhkan steker listrik sebagaimana umumnya, namun justru menggunakan suhu tubuh manusia. Charger yang diberi nama Hand Charging, Charge The World, Chage the Society ini bisa dijadikan solusi pengisian ulang portable bagi smartphone kita.

Berbeda dengan penggunaan power bank yang cenderung memiliki daya yang terbatas, charger unik ini bisa digunakan kapan saja karena menggunakan suhu tubuh manusia yang cenderung konstan. Hal ini berarti, andai kita berada di tempat yang tidak ada sumber listrik seperti saat kita naik gunung, kita tetap bisa mengisi ulang baterai smartphone kita dengan mudah.

Para mahasiswa yang menemukan charger ponsel ini adalah Raja Bugatti, Lendy Pradhana, Syahrul Munir, Vinda Aprilia, dan Luqyana Salsabila. Ketua dari tim ini, Raja Bugatti, berkata bahwa penemuan mereka terinspirasi dari kalor yang memang ada dalam tubuh manusia. Suhu tubuh kita dan adanya ion pembawa listrik inilah yang bisa dijadikan sumber energi untuk mengisi ulang baterai smartphone.

Efek Peltier

Sumber energi Hand Charging ini berasal dari tangan kita sendiri. Metode dari Hand Charging ini juga cukup sederhana, yakni menggunakan dua buah logam yang telah dikaitkan pada salah satu ujungnya. Sambungan ini kemudian diberi suhu yang berbeda sehingga akan menyebabkan perbedaan tegangan listrik pada ujung logam satu dengan yang lain. Fenomena ini sendiri disebut sebagai efek Peltier.

Raja menyebutkan bahwa setiap manusia rata-rata mampu mengeluarkan 350 ribu Joule energi per jam-nya atau sekitar 5,7 mW untuk setiap sentimeter persegi kulit. Sumber energi inilah yang dimaksimalkan agar bisa menjadi charger bagi baterai ponsel kita.

Sebagai informasi, di Indonesia sendiri setidaknya sudah ada 100 juta pengguna smartphone. Meskipun terlihat sebagai hal yang positif, hal ini ternyata bisa memberikan efek buruk di mana andai seseorang kehabisan daya pada smartphone-nya, maka Ia akan mengalami efek stres. Padahal, dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh salah satu perusahaan ponsel dari China, masyarakat Indonesia ternyata menjadi penduduk yang paling rentan terkena stres hanya gara-gara kehabisan daya baterai smartphone.

Dengan adanya inovasi charger yang menggunakan suhu tubuh manusia ini, diharapkan kita tidak lagi kebingungan andai daya baterai smartphone kita habis dimanapun, kapanpun. (AW/IB)