Vremita Desectia, Gadis Asal Yogyakarta yang Kuasai 12 Bahasa

Vremita Desectia, Gadis Asal Yogyakarta yang Kuasai 12 Bahasa
Vremita Desectia. (youtube.com)

Di masa millenial seperti sekarang, menguasai bahasa asing bisa jadi nilai tambah dirimu lo. Baik di dunia pendidikan maupun dunia kerja. Apalagi kalau kamu bisa menguasai belasan bahasa asing seperti perempuan ini. Wah!

Inibaru.id – Rata-rata generasi millenial di Indonesia minimal menguasai dua bahasa. Bahasa Indonesia dan bahasa daerahnya sendiri. Ditambah satu bahasa asing bisa jadi. Tapi berbeda dengan Vremita Desectia.

Perempuan 28 tahun itu nggak sekadar menguasai dua atau tiga bahasa lo. Dia menguasai dua belas bahasa. Wah, keren ya! Kemampuan Vremita berawal dari pertemanannya dengan seorang warga Bosnia.

X.detik.com (9/6/18) menulis, begitu mengetahui minat tinggi Vremita terhadap bahasa asing temannya itu mengajak Vremita untuk menyanyikan sebuah lagu dengan bahasa Bosnia. Vremita pun mengunggah video bernyanyinya ke youtube. Saat itu dia menyanyikan Bosnom Behar Probeharao karya Dino Merlin.

Nggak lama setelah diunggah, video Vremita mendapat respon bagus terutama dari warga Bosnia sendiri. Dia pun menjadi perbincangan di berbagai media baik cetak maupun televisi. Yap, lagu yang dinyanyikan Vremita ternyata merupakan lagu populer di setiap ajang olahraga Bosnia.

Tahu nggak, Duta Besar Bosnia untuk Indonesia bahkan mengapresiasi Vremita melalui sambungan telepon lo. Wah! 

Hyperpolyglot

Orang yang punya kemampuan berbicara lebih dari empat bahasa disebut polyglot, Millens. Tapi untuk orang yang bisa menguasai lebih dari enam bahasa seperti Vremita, seorang ahli bahasa asal Inggris memberi sebutan hyperpolyglot.

Ucapan Terima kasih dalam berbagai bahasa. (1cigsenglishieslasfuentesvillena.wordpress.com)

Minat Vremita terhadap bahasa asing mulai tumbuh saat dia berusia 13 tahun. Profesi orang tuanya sebagai dosen membuat Vremita mudah menemui buku-buku dengan bahasa asing di perpustakaan rumahnya.

Dari sekian banyak bahasa yang dia kuasai, rata-rata Vremita pelajari secara otodidak lo. Misalnya bahasa Rusia yang dia pelajari dengan mendengarkan lagu dari kaset. Juga bahasa Italia yang dia pelajari dengan cara mengalihbahasakan lagu You Raised Me Up ke bahasa Italia dan Prancis.

Ada cerita menarik saat Vremita mempelajari bahasa Italia. Lulusan Sastra Prancis Universitas Gadjah Mada itu pernah nekat mengikuti kuliah bahasa Italia di UGM saat dia berstatus siswi SMA Negeri 1 Yogyakarta. Berkat kegigihannya, Vremita bahkan diizinkan ikut ujian akhir semester lo.

Eits, ada juga bahasa yang Vremita pelajari lewat kursus. Misalnya bahasa Turki yang dia pelajari saat berusia 16 tahun.

“Dari sekian banyak bahasa yang ku pelajari, ada sebagian yang masih aktif aku pakai sampai saat ini. Misalnya Inggris, Denmark, dan Prancis. Kebetulan dalam bekerja masih aku gunakan,” kata Vremita pada x.detik.com (9/6/18).

Vremita sudah menguasai sembilan bahasa asing saat lulus SMA lo. Sampai sekarang bahasa yang dia kuasai antara lain Inggris, Denmark, Prancis, Italia, Rusia, Spanyol, Persia, Cek, Yunani, Polandia, dan Lithuania. Untuk bahasa daerah, Vremita juga bisa bahasa Jawa dan Batak Toba. Keren ya!

“Saya rasa praktik dan usaha akan melampaui bakat yang kita punya. Kalau betul-betul niat, kita pasti akan berusaha menguasai bahasa itu,” tambah perempuan asal Yogyakarta itu.

Oya, ada satu trik menjadi polyglot dari Vremita nih. Untuk menguasai beberapa bahasa asing dengan cepat, pelajari bahasa yang punya kemiripan atau berasal dari satu rumpun. Selain menghemat waktu, pola dan karakteristik bahasa serumpun akan memudahkan kamu belajar.

Nah, kalau kamu menguasai berapa bahasa nih, Millens? (IB10/E05)