Tri Mumpuni Terangi Desa-desa Terpencil di Indonesia

Banyak daerah terpencil di Indonesia yang punya potensi air melimpah. Di sisi lain, desa-desa itu masih tertinggal sebab belum mendapat pasokan listrik. Tri Mumpuni berusaha menjembatani keduanya.

Tri Mumpuni Terangi Desa-desa Terpencil di Indonesia
Tri Mumpuni dan mesin pembangkit listrik buatannya. (bbcindonesia.com)

Inibaru.id – Bersama suaminya, Tri Mumpuni membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) sebagai sumber tenaga listrik di wilayah yang belum terjangkau oleh PLN. Karena kerja kerasnya, Tri Mumpuni kerap dijuluki “perempuan listrik”.

Konsep PLTMH yang digagas Tri, begitu dia biasa disapa, memanfaatkan potensi energi air di wilayah itu untuk menggerakkan turbin. Salah satu desa yang berhasil diubah Tri menjadi terang adalah Desa Kamanggih, Kecamatan Kahaungu Eti, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Tri membangun PLTMH di sana pada 2011.

Tahu nggak, sebelumnya selama puluhan tahun warga Desa Kamanggih hidup dalam kegelapan. Bahkan untuk mendapat pasokan air yang digunakan sehari-hari, mereka membutuhkan waktu sekitar tujuh jam. Yap, rumah-rumah warga banyak berada di atas bukit sedangkan ketersediaan air ada di bawah bukit.

Dengan adanya PLTMH, warga nggak perlu lagi menghabiskan waktu tujuh jam setiap harinya untuk mengumpulkan air. Listrik yang dihasilkan bisa digunakan untuk menyedot air dari bawah bukit. Nggak hanya itu, listrik juga bisa dimanfaatkan kaum ibu untuk menenun sehingga menambah pemasukan keluarga seperti ditulis finance.detik.com (10/11/16).

Bersama Pangeran Charles. (bbc.com)

Melansir laman idntimes.com (21/4/18), awal ketertarikan Tri membangun pembangkit listrik di desa-desa dimulai pada 1997. Dia dan suaminya berniat mengaplikasikan ilmu yang mereka dapat di bangku kuliah dengan membangun pembangkit listrik bertenaga air. Desa pertama yang dia “aliri” listrik adalah Dusun Palanggaran, Sukabumi, Jawa Barat. Semua biaya dia tanggung secara pribadi lo.

Menurut Tri, listrik menjadi pembuka pintu peradaban bagi masyarakat desa, Millens. Listrik juga jadi pendorong pembangunan ekonomi desa. Sejak itu Tri mantap mengabdikan dirinya untuk “mengaliri” desa-desa terpencil dengan listrik.

“Ternyata berbuat baik membuat saya ketagihan. Sejak saat itu saya nggak pernah berhenti untuk membuat muka orang-orang desa bahagia,” ungkap perempuan kelahiran Semarang, 54 tahun lalu itu pada finance.detik.com (10/11/16).

Politik dan Prestasi

Saat ini Tri menjabat sebagai direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA). Setidaknya sudah ada 61 desa yang semula gulita menjadi terang berkat Tri dan IBEKA.

Keberhasilan Tri membuatnya diganjar beberapa penghargaan lo. Climate Hero dari World Wildlife Fund for Nature pada 2005, Ramon Magsaysay Award pada 2011, dan Nobel Ashden Awards pada 2012 adalah sederet prestasi yang dia raih.

Bahkan pada ajang Presidential Summit on Enterpreneurship 2010, Barack Obama sebagai presiden Amerika Serikat saat itu secara langsung menyebut nama Tri Mumpuni sebagai perempuan yang sukses membangkitkan tenaga listrik di daerah-daerah terpencil. Keren ya?

Dengan sederet prestasi yang dia miliki, Tri juga sempat beberapa kali mendapat tawaran bergabung menjadi jajaran dewan di Senayan. Nggak cuma itu, dia juga pernah mendapat tawaran sebagai jajaran kabinet kerja kepresidenan. Namun tawaran itu dia tolak.

“Saya takut menjadi jauh dengan desa-desa binaan dan nggak bebas berkarya lagi,” pungkasnya pada idntimes.com (21/4/18). Benar-benar dedikasi yang luar biasa ya, Millens. (IB10/E05)