Tiga Tahun Kontribusi Pelita Turunkan Angka Intoleransi di Kota Semarang

Tiga Tahun Kontribusi Pelita Turunkan Angka Intoleransi di Kota Semarang
Pemuka agama dan kepercayaan yang turut hadir di ulang tahun ketiga Persaudaraan Lintas Agama. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Merayakan ulang tahunnya yang ketiga, Pelita Semarang mendapat banyak sambutan baik dari berbagai tokoh lintas agama dan kepercayaan. Tiga tahun kiprah mereka nyatanya mampu menurunkan angka intoleransi di Kota Semarang. Seperti apa sepak terjang mereka?

Inibaru.id - Kamis (20/6) lalu, Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) baru saja merayakan hari jadinya yang ke-3. Acara tersebut sekaligus mendengarkan testimoni dari berbagai pemuka agama dan kepercayaan yang hadir. Peserta yang hadir pun berasal dari enam agama dan kepercayaan yang ada di Kota Semarang.

Dalam kesempatan tersebut, para tokoh agama mengapresiasi kinerja Pelita yang turut menjaga kerukunan antarumat beragama yang ada di Kota Semarang. Organisasi ini muncul karena peristiwa penolakan sahur bersama di Gereja Bongsari pada tahun 2016 lalu. Peristiwa menggegerkan tersebut menjadi motivasi bagi pemuda lintas agama di Kota Semarang untuk membentuk organisasi lintas agama.

Setiawan Budi, ketua Persaudaraan Lintas Agama. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Organisasi yang diketuai oleh Setiawan Budi ini mengutuk setiap tindak intoleransi yang terjadi di Kota Semarang maupun di liar Kota Semarang. Mereka nggak pernah absen dalam setiap isu intoleransi yang terjadi lo. Menurut Wawan, sapaan akrabnya, mereka aktif dalam mengkampanyekan perdamaian serta mengadvokasi setiap peristiwa intoleransi. “Kami juga mengadvokasi teman-teman minoritas yang mengalami persekusi maupun intoleransi,” tuturnya.

Prestasi dan kontribusi Pelita agaknya berdampak pada menurunnya tren intoleransi yang ada di Kota Semarang. Wawan mengakui bahwa 2016 hingga 2017 menjadi puncak peristiwa intoleransi di Kota Semarang. Namun saat ini nggak banyak peristiwa intoleransi yang terjadi. “Di tahun 2018 nyaris tidak ada peristiwa intoleransi,” tambahnya. Wah, salut ya!

Tokoh agama hadir untuk memberikan apresiasi kepada Persaudaraan Lintas Agama. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Kehadiran Pelita memberikan wadah bagi pemeluk agama dan kepercayaan minoritas. Terbukti, setiap agenda mereka bisa dihadiri peserta lintas agama yang jumlahnya cukup banyak. Umat Syiah dan Ahmadiyah yang biasanya mendapatkan penolakan dari masyarakat pun turut mendapatkan ruang di Pelita.

Sinergitas tokoh lintas agama di Kota Semarang pun berhasil tercipta berkat kegigihan Pelita untuk mengunjungi setiap rumah ibadah dan mempersatukan tokoh agamanya lo. Wah, mulia banget ya Millens! Jika kamu tertarik menjadi agen perdamaian Pelita, boleh banget lo! (Zulfa Anisah/E05)