Tekad Bulat Herdian Lestarikan Wayang Potehi
Herdian Chandra Irawan, dalang wayang potehi dari Semarang. (Inibaru.id/ Audrian F)

Tekad Bulat Herdian Lestarikan Wayang Potehi

Herdian Chandra Irawan, adalah putra dari seorang dalang legendaris Wayang Potehi yakni Thio Tiong Gie. Meski merasa dirinya banyak kekurangan namun dengan tekad bulat dia berupaya melestarikan wayang potehi.

Inibaru.id - Saya berinisiatif menemui Herdian Chandra Irawan, salah seorang dalang wayang potehi dari Semarang pada Sabtu (18/1) sore di acara Pasar Imlek Semawis Pecinan, Kota Semarang. Dia merupakan anak dari Thio Tiong Gie, Dalang legendaris Wayang Potehi yang sudah wafat pada 24 Agustus 2014 silam.

Saat itu pentas sedang jeda. Saya bertemu dan berbicara dengan Herdian di panggung Wayang Potehi. Saat saya masuk ke panggung yang berlapiskan triplek merah tersebut ada sejumlah kru yang sedang bersantai di antara peralatan musik dan sejumlah Wayang Potehi yang digantung di atas seutas tali.

Herdian mengaku pada saya dia bukanlah pewaris yang baik. Dia menyadari masih banyak kekurangan saat mendalang. Pasalnya memang sebelum mendalang dia nggak melalui tempaan yang serius.

Wayang potehi. (Inibaru.id/ Audriaan F)<br>
Wayang potehi. (Inibaru.id/ Audriaan F)

“Waktu Papah masih menjadi dalang, saya itu bagian bongkar pasang panggung. Atau bisa dibilang pembantu umum lah. Bukan terkonsen menjadi dalang,” ungkap Herdian. “Nah, pasca-Papah meninggal di tahun 2014, waktu itu sementara dalang digantikan oleh Bambang dan Gesui. Sekarang keduanya nggak mendalang di Semarang,” tambahnya.

Mulai dari situ Herdian merasa tergerak. Dia terusik dengan barang-barang peninggalan ayahandanya. Kalau mau dijual, dia nggak tega. Tapi kalau dibiarkan saja juga sayang. Akhirnya dia mencoba belajar jadi dalang.

“Namun saya kan sempat mengamati bagaimana Papah kalau mendalang. Jadi nggak butuh waktu lama buat saya dalam belajar. Dan ya akhirnya nekat buat tampil. Karena ini juga menyangkut nama baik Papah. Masa ya anaknya nggak bisa jadi dalang?” Ujarnya.

Aksi Wayang Potehi. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Aksi Wayang Potehi. (Inibaru.id/ Audrian F)

Herdian sempat dikritik oleh Dr. Anton Suparno, M.H, seorang Antropolog dan peneliti Wayang Potehi. Menurutnya dalam mendalang Herdian nggak bisa ala kadarnya. Ditambah dia adalah pewaris tunggal dari Thio Tiong Gie. Jadi tradisi mendalang yang kuat itu harus diteruskan.

Memang Herdian sendiri mengaku kalau konsepnya mendalang banyak mengambil referensi dari Youtube. Bukan cerita-cerita silat yang ada di buku-buku.

“Soalnya ya sekarang kalau mau cari referensi susah. Bukunya sudah nggak ada. Narasumber yang mengerti cerita juga sudah nggak ada. Orang-orangnya sudah meninggal,” ucapnya.

Sebelum beralih menjadi dalang ini. Herdian sebetulnya punya sebuah grup barongsai. Nah, personel barongsainya inilah yang diangkut dalam mementaskan Wayang Potehi.

“Mereka basicnya kan sudah bisa musik dalam permainan barongsai. Jadi tinggal diolah saja di sini. Beberapa juga ada yang saya latih jadi dalang,” pungkasnya.

Wayang Potehi di tengah keramaian Pasar Imlek Semawis. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Wayang Potehi di tengah keramaian Pasar Imlek Semawis. (Inibaru.id/ Audrian F)

Meskipun banyak kekurangan, Herdian telah banyak mengajarkan Wayang Potehi ke sejumlah pemuda khususnya kelompok barongsainya tadi. Kata Herdian kurang lebih muridnya hampir 10 orang. Bahkan beberapa kali dia mensosialisaikannya di sejumlah sekolah.

“Saya sudah terlanjur basah. Maka dari itu saya bertekad untuk lebih mengembangkannya terus. Termasuk membina para pemuda itu. Ya meskipun kadang mereka masih angin-anginan,” ucap Herdian.

Saya bertemu Herdian beberapa jam setelah mendengar Anton Suparno melontarkan kritikannya kepada Herdian di acara diskusi “Quo Vadis Wayang Potehi”. Namun, setelah saya berbicara langsung dengan Herdian, mendengar tekad dan upayanya melestarikan Wayang Potehi, saya anggap kritikan itu nggak penting. Kalau menurutmu gimana, Millens. (Audrian F/E05)

Lucu dan Seru, Pengalaman Ikuti Arisan Waria
Lucu dan Seru, Pengalaman Ikuti Arisan Waria

Awalnya saya takut dengan waria, tapi persepsi saya berubah ketika mengikuti arisannya.

https://www.inibaru.id/inspirasi-indonesia/lucu-dan-seru-pengalaman-ikuti-arisan-waria-1