Tanpa Gawai, Puluhan Anak Ikut Kampanyekan Bahaya Perubahan Iklim dengan Bermain dan Belajar

Tanpa Gawai, Puluhan Anak Ikut Kampanyekan Bahaya Perubahan Iklim dengan Bermain dan Belajar
Bermain di luar tanpa gawai, anak-anak ini ikut berkampanye dengan membuat dan memamerkan poster. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Nggak hanya orang dewasa yang terlibat dalam "Jeda Untuk Iklim Semarang" yang digelar Minggu (22/9) sore. Puluhan anak-anak pun ikut memeriahkan acara dengan belajar dan bermain di luar ruangan tanpa gawai. Hal ini adalah salah satu kampanye menghambat perubahan iklim yang ekstrem.

Inibaru.id - Jeda Untuk Iklim Semarang yang digelar Minggu (22/9) sore berlangsung meriah. Deretan stan pendukung acara berjejer memberikan berbagai pelatihan pemanfaatan sumber alam seperti membuat ekobrik, membuat kolase dari gambar-gambar alam, dan membuat kreasi-kreasi lucu dengan memanfaatkan daun kering. Sisanya memberikan bibit pohon, dan menyediakan permainan tradisional.

Berbagai stan ini penuh dikerubungi anak-anak. Yap, anak-anak usia dini hingga sekolah menengah pertama ini antusias untuk mengikuti berbagai pameran yang digelar.

Salah satunya adalah stan permainan tradisional yang nggak pernah sepi. Berbagai permainan seperti egrang, lompat tali, congklak, yoyo, dan lain-lain bebas dimainkan oleh pengunjung secara gratis. Sontak anak-anak yang sebagian didampingi orang tuanya ini penasaran mencoba setelah melihat anak lain beraksi.

Ellen Nugroho mengatakan anak-anak lah yang akan mewarisi masa depan bumi. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Salah satunya adalah Kenzie, siswa homeschooling ini menjajal permainan lompat tali bersama keempat temannya. Selain menjajal permainan tradisional, dia juga mengaku membuat dua poster yang turut dipamerkan. 

“Senang bisa bermain dan bertemu banyak teman,” kata siswa kelas 4 ini. Sedangkan di stan lain, terlihat segerombolan anak-anak sedang mengamati ulat, belajar membuat kolase alam, membuat herbarium bahkan nimbrung orang dewasa membuat ecobrick.

Menurut koordinator acara Jeda Untuk Iklim Semarang, Ellen Nugroho mengatakan acara ini sengaja melibatkan anak-anak dalam acaranya karena mereka lah yang bakal mewarisi masa depan bumi. “Mereka yang akan mewarisi masa depan, kenapa diwarisi bumi yang rusak,” kata Ellen.

Beberapa anak juga ikut nimbrung orang dewasa membuat ecobrick lo. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Ellen menuturkan, dengan bermain di luar tanpa gawai bakal mengurangi emisi gas karbon dari penggunaan listrik yang berbahan bakar batu bara.

Nggak cuma bermain saja, anak-anak ini juga diajak untuk membuat poster dengan tema keprihatinan terhadap kondisi bumi saat ini juga lo. “Acara ini kita desain untuk anak-anak juga. Mereka kita ajak bikin poster dan bikin surat buat presiden untuk menyampaikan aspirasi mereka,” sambung ibu 3 anak ini.

Kampanye Jeda Untuk Lingkungan Semarang ini merupakan salah satu rangkaian Climate Strike yang digelar serentak secara global. Gerakan yang diinisisai oleh Gretta Thunberg, seorang siswi SMP di Swedia ini mengajak publik untuk ikut andil dalam menahan laju perubahan iklim yang semakin ekstrem. Acara di Semarnag ini bakal berlanjut dengan aksi damai pada Jumat (27/9) mendatang.

Nah aksi nyatamu buat menahan iklim bumi yang terus memanas ini apa nih, Millens? Jangan sampai kalah dengan anak-anak kecil ini ya! (Zulfa Anisah/E05)