Arfian dan Arie, Ahli Desain Mekanik Kelas Dunia Tanpa Gelar Sarjana

Perjalanan karir Arfian Fuadi dan Arie Kurniawan kini menjumpai titik terang. Meski tanpa gelar sarjana, kakak beradik itu berhasil menjadi desainer engineering kelas dunia.

Arfian dan Arie, Ahli Desain Mekanik Kelas Dunia Tanpa Gelar Sarjana
Arfian Fuadi dan Arie Kurniawan (detik.com)

Inibaru.id – Impossible is nothing! Mungkin istilah itulah yang paling tepat untuk menggambarkan kesuksesan Arfian Fuadi dan Arie Kurniawan, kakak beradik asal Salatiga, Jawa Tengah. Ya, meski hanya lulusan SMA dan SMK, keduanya memiliki prestasi luar biasa dan mampu mengalahkan banyak insinyur dunia.

Perlu kamu tahu, mengutip Kompas.com (28/7/2014) Arfian dan Arie pada 2014 berhasil menyabet juara pertama dalam "3D Printing Challenge" yang diadakan oleh General Electric (GE), perusahaan global asal Amerika yang reputasinya sudah mendunia.

Mereka mendesain jet engine bracket, yaitu salah satu komponen untuk mengangkat mesin pesawat terbang yang paling ringan dari komponen serupa yang pernah dibuat di dunia. Dalam kompetisi itu keduanya mengalahkan ratusan peserta lainnya. Di antara mereka, banyak lo yang bergelar doktor dari universitas terkemuka dunia. Wah, hebat sekali ya?

Sontak, nama mereka mencuat dan dikenal dalam dunia desain engineering. Tentunya kesuksesan mereka nggak lepas dari perjuangan yang panjang nih, Sobat Millens. Ketertarikan kedua pemuda ini sudah dimulai sejak kecil, lo. Sayangnya, mereka harus berhenti pada jenjang SMA karena masalah ekonomi.

Apa boleh buat, Arfian sang kakak harus puas dengan lulus dari SMA Negeri 7 Semarang pada 2005 dan adiknya Arie lulus dari SMK Negeri 3 Salatiga pada 2009.

Pantang Menyerah

Kendati nggak pernah berkesempatan mendalami bidang desain engineering secara formal, bukan berarti mereka putus asa dan berhenti belajar. Arfian kerap kali meminjam komputer sepupunya untuk mengasah kemampuan desain. Nggak jarang juga, dia menjelajahi dunia maya untuk belajar mengenai teknik desain. Kemampuan Arfian itu ditularkannya pada Arie, sang adik.

Melansir tribunnews.com (24/7/201), kedua bersaudara itu bermimpi untuk memiliki perusahaan desain engineering sendiri. Tekad mereka untuk membangun bisnis sendiri patut diacungi jempol. Mereka nggak segan bekerja serabutan, mulai dari keliling berjualan susu, menjadi tukang tambal ban hingga bekerja di Kantor Pos Salatiga sebagai penjaga malam.

Yang menarik, di tengah kesibukannya bekerja, keduanya masih menyempatkan diri memperdalam kemampuan desain mereka. Wah! Beberapa komputer bekas bisa terbeli dari jerih payah mereka. Setelah dirasa cukup modal, mereka pun mendirikan perusahaan Dtech Engineering, sebuah perusahaan desain mekanik, pada 2009.

Kini, perusahaan mereka sudah berskala internasional, tepatnya setelah keduanya memenangkan kompetisi dari GE. Kemenangan tersebut merupakan langkah awal untuk menjajarkan reputasi perusahaan yang mereka dirikan. Ratusan klien dari berbagai belahan dunia sudah mereka layani. Beragam produk juga berhasil dikerjakan, mulai dari gantungan kunci, bolpoin, hingga ultralight aircraft.

Mengutamakan kualitas membuat banyak klien puas dan melakukan repeat order. Bahkan, mereka seringkali terpaksa menolak order lantaran order yang datang bersamaan. Tim mereka hanya delapan orang, sementara untuk mengerjakan satu oder saja mereka butuh berbulan-bulan hingga setahun, tergantung desain yang diinginkan.

Well, prestasi keduanya memang luar biasa, bukan? Meski tanpa gelar sarjana, Arfian dan Arie sukses menembus pasar global. Salute! (IB05/E05)