Sudirman Said dan Jalan Terjal Menuju Kursi Pilgub Jateng

Setelah turun dari jabatannya sebagai Menteri ESDM kini Sudirman Said digadang sebagai orang nomor satu di Jateng.

Sudirman Said dan Jalan Terjal Menuju Kursi Pilgub Jateng
Menteri ESDM kabinet kerja Presiden RI Joko Widodo periode 2014-2016, Sudirman Said. (Foto: Aktual)

Inibaru.id - Sosok ini adalah mantan Menteri ESDM dalam Kabinet Kerja Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang akhirnya digantikan Archandra Tahar. Lahir di Brebes, Jawa Tengah, namanya mencuat kala alumnus STAN ini ditunjuk sebagai Dirut PT Pindad. Ia kini disebut sebagai kandidat kuat penantang Ganjar Pranowo di Pilgub Jawa Tengah 2018 mendatang.

Dia adalah Sudirman Said. Hidup dalam keluarga miskin di Brebes, pria kelahiran 16 April 1963 ini bisa dikatakan kini telah berhasil mengubah nasibnya menjadi lebih baik. Kendati demikian, masa-masa suram pernah dilaluinya dulu, terutama setelah bapaknya meninggal saat ia berumur 10 tahun.

Baca juga: Sudirman Said: Pilkada Bukan Ajang Para Kandidat tapi Hajat Rakyat

"Pada umur 10 tahun, bapak meninggal dan ibu menjadi single mother. Kami 6 bersaudara. Merasakan betul bagaimana menjadi miskin," kata Sudirman di Hotel Borobudur, Jakarta, sekira tiga tahun lalu, dikutip dari Detik.com.

Pasca ayahnya meninggal, kehidupan ekonomi Sudirman makin sulit, termasuk soal pembiayaan pendidikannya. Untungnya pada waktu itu, ia termasuk anak yang berprestasi, sehingga mendapat bantuan beasiswa dari negara.

"Sejak SMP dibiayai negara karena ada sedikit prestasi juga mungkin. SMA saya sering menangis pulang ke rumah. Karena saat semester itu tidak dapat kartu ujian, karena belum bayar uang SPP," kenangnya.

Waktu cepat berlalu, menempa lulusan George Washington University ini untuk terus maju menghadapi kehidupan, hingga akhirnya ia dikenal sebagai tokoh antikorupsi, Staf Ahli Direktur Utama PT Pertamina, Wakil Direktur Utama PT Petrosea, Direktur Utama PT Pindad, dan kemudian menjadi Menteri ESDM, kendati tak bertahan lama.

Kendati demikian, tiap burung pasti berniat kembali ke sarangnya. Puluhan tahun berkiprah di luar daerah, tahun ini sepertinya Sudirman ingin kembali ke kampung halamannya. Namanya pun banyak disebut dalam koran-koran lokal dan media daring di wilayah Jawa Tengah.

Baca juga: Ini Dia “Uneg-uneg” Warga Jateng pada Sudirman Said Demi Kemajuan Jateng

Ya, dia digadang sebagai kandidat Gubernur Jawa Tengah. Kebetulan, tahun depan kursi itu akan kembali diperebutkan dalam kontestasi Pilgub serentak 2018. Namanya menjadi begitu familiar di telinga masyarakat Jawa Tengah. Apa yang akan dilakukannya di provinsi ini?

Kumparan menulis, pria 54 tahun ini konon sibuk blusukan menemui tokoh masyarakat, elite parpol, kalangan akademis, dan lainnya untuk mendiskusikan masa depan Jateng.

"Sudah 20 kabupaten saya datangi dan saya ketemu ulama, LSM dan pimpinan partai. Maju di Pilgub bagian dari niat baik saya yaitu membayar utang," kata Sudirman di Tegal, sebagaimana dikutip dari Kumparan.

Kans Cagub

Bagaimana kansnya? Hm, Wapres Jusuf Kalla pernah menyatakan, Sudirman layak memimpin Jawa Tengah. "Saya yakin dia mampu, bekas menteri dan juga orang Jateng," ungkapnya Mei lalu.

Aturan KPU Nomor 9 Tahun 2016 menyatakan, parpol atau gabungan parpol bisa mencalonkan jika memiliki sekurangnya 20 persen kursi di DPRD atau 25 persen dari suara sah di pileg terakhir. Jateng sendiri memiliki 100 kursi.

Baca juga: Ini Dia! Cagub Jateng Sudirman Said Blusukan ke Santrendelik

Partai Gerindra (11 kursi) konon telah melirik sosoknya. Namun, partai ini butuh menggalang koalisi untuk memajukan Sudirman. PKS dan PAN konon tertarik, tapi mereka masih menunggu perkembangan.

Berdasarkan survei terbuka dari Lembaga Populi Center, 14 Juni 2017 lalu, Sudirman memiliki 1,5 persen suara, di bawah Walikota Semarang Hendrar Prihadi (3,5 persen), Yoyok Riyo Sudibyo (5,3 persen), dan Ganjar Pranowo (59,6 persen). Sementara sebanyak 30,1 persen responden tidak tahu.

Ya, survei terhadap 800 responden itu tentu tidak bisa menjadi acuan. Namun, setidaknya Sudirman harus ancang-ancang dari sekarang jika memang berniat mendaftarkan diri ke KPU sebagai Cagub Jateng Januari 2018 mendatang. (IP/IB)