Sudiarto dan Hidro Socio di Tanah Sulit Air

Mendirikan Organisasi Pemuda Nusantara, Sudiarto berusaha memberdayakan pemuda desa. Salah satu bentuk usahanya adalah Hidro Socio yaitu usaha isi air ulang berbasis sosial.

Sudiarto dan Hidro Socio di Tanah Sulit Air
Sudiarto (tengah) (jurnas.com)

Inibaru.id - Sobat Millens tentu sudah tahu bahwa Sang Proklamator Indonesia pernah mengucapkan “Serahkan kepadaku 10 pemuda maka saya akan goncangkan dunia”.

Berawal dari kalimat itulah, Sudiarto selalu berusaha melakukan gebrakan dan inovasi wirausaha di desa sekaligus memberdayakan pemuda desa. Pada 2016 dirinya mendirikan Organisasi Pemuda Nusantara (OPN) bersama rekan-rekannya sesama Pemuda Pelopor Kabupaten Lombok Timur.  Ia pun menjadi runner up Pemuda Pelopor tingkat kabupaten tahun itu.

Sebelum mendirikan OPN, sebenarnya Sudiarto juga pernah membuat pupuk kompos dan budi daya belut menggunakan tong, namun kemudian kandas. Melalui OPN, pemuda kelahiran tahun 1988 itu membentuk sub-usaha yang sesuai dengan potensi di berbagai kampung di daerahnya. Bersama rekan-rekannya ia pun memiliki tiga usaha yang masih berjalan hingga kini.

Baca juga:
Penyandang Disabilitas Itu Menaklukkan Selat Madura
Plastik Meleleh di Kanvas Masari

Nah, dari ketiga usaha tersebut, salah satu usahanya adalah usaha yang ia sebut Hidro Socio. Salah satu bentuk usaha Hidro Socio adalah usaha isi ulang air minum berbasis sosial. Kenapa disebut Hidro Socio? Karena ia menjual isi ulang air tersebut dengan harga lebih murah.

Mengutip dari Kompas.com (9/12/2017), pemuda teknopreneur wakil dari NTB itu mengatakan bahwa air tanah di daerahnya kualitasnya memang sudah menurun. Air isi ulang di daerahnya biasanya dijual dengan harga Rp 7 ribu per galon

“Kita jual hanya Rp 3 ribu saja sebagai subsidi kegiatan sosial kemasyarakatan kami agar bisa membantu keluarga-keluarga yang kurang mampu,” jelas Sudiarto.

Lewat Hidro Socio, Sudiarto juga berharap air yang merupakan bagian penting dari kehidupan yang dikaruniakan Tuhan, sudah seyogianya menjadi bagian penting dari nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.

Pemuda sarjana pendidikan Islam itu pun bersama rekan-rekan di OPN aktif memberikan pelatihan-pelatihan. Nggak hanya itu saja, ia juga berusaha untuk melakukan program pengiriman air bersih ke daerah-daerah kering di sekitar Lombok dengan menggunakan tangki. Untuk menjalankan program tersebut, Sudiarto sedang mencoba merangkul Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID).

Baca juga:
Ninin Si Perempuan Terkaya di Indonesia
Orang Indonesia Pertama Jadi Young Aviation Professional di ICAO

Menjadi leader bagi para pemuda untuk memberdayakan desa memang bukan hal mudah, namun Sudiarto mampu membuktikannya. Selalu berusaha dan berinovasi menjadi kuncinya. Bisa kamu bayangkan bukan, apa yang bisa terjadi jika Indonesia memiliki banyak pemuda seperti Sudiato? (ALE/SA)