Angkot Plus Buku-Buku, Cara Inspiratif Sudaryanto Menyenangkan Penumpang

Berprofesi sebagai sopir angkot, pria ini nggak miskin kreativitas. Dia punya cara sendiri untuk menarik penumpang di tengah maraknya transportasi berbasis online. Perpustakaan dalam angkot. Siapa pencetusnya?

Angkot Plus Buku-Buku, Cara Inspiratif Sudaryanto Menyenangkan Penumpang
Salah seorang penumpang sedang membaca buku di perpustakaan angkot milik Sudaryanto. (Antara Foto/Aditya Pradana Putra) s

Inibaru.id - Kebayang nggak bahwa di dalam angkot ada perpustakaan mini? Wah, pasti asyik ya. Keasikan itu dapat ditemukan di angkot yang dikemudikan Sudaryanto, warga Kota Salatiga yang tinggal di rumah kos Ungaran, Jawa Tengah.

Angkot Sudaryanto memang sama dengan angkot pada umumnya. Namun saat masuk ke dalam angkot berwarna oranye ini, di bagian kaca belakang sudah terpajang koleksi buku yang siap dibaca. Ya, itu dia! Kreativitas yang diciptakan Sudaryanto. Perpuskot alias Perpustakaan Angkot.

Sopir angkutan kota jurusan Ungaran-Karangjati tersebut melengkapi kendaraannya dengan perpustakaan untuk menarik hati penumpang. Nggak hanya itu, dikutip dari Jawapos.com (20/2/2018) dia mengaku, ide menyediakan perpustakaan mini tersebut berawal dari rasa jenuh para penumpang ketika menunggu angkutan berangkat. Untuk mengusir rasa jenuh itu, Sudaryanto punya ide untuk menyediakan buku-buku bacaan.

“Saya lengkapi saja dengan buku-buku bacaan, supaya penumpang di dalam yang menunggu penumpang lain nggak jenuh,” katanya.

Baca juga:
Widodo, Kepedulian Lingkungan, dan Pemberdayaan Ekonomi Warga
Menghayati Sosok Andri Rizki, Pendiri YPAB yang Sempat Putus Sekolah

Selain perpustakaan mini, ada fasilitas air mineralnya juga, lo. Air itu disediakan dalam kemasan gelas plastik. Di rak kaca yang tertempel di bagian belakang terdapat tulisan “Timbang Ngalamun Moco Buku Lur, Nek Ngelak Ngombe. Gratis.” Mau tahu artinya? “Daripada melamun mending baca buku, kalau haus tinggal minum. Gratis.”

Satu kardus air minum kemasan bisa ludes dalam waktu dua hari, lebih-lebih kalau penumpangnya benar-benar ramai. Nah, khusus untuk Sabtu dan Minggu, Sudaryanto menyediakan minuman aneka rasa dalam kemasan gelas plastik. Top banget nih angkot!

Meski harus menyisihkan sebagian pendapatannya setiap hari, dia tetap setia menyediakan air minum dalam kemasan. Dia nggak menghidung untung ruginya. Bagi bapak dua anak ini, rezeki sudah ada yang mengatur. Pemberian fasilitas air minum gratis untuk penumpang sudah berjalan selama 3 tahun. Lebih lama jika dibandingkan perpustakaan yang ada di dalam angkotnya, yaitu baru berjalan sekitar 6 bulan.

Oh ya perlu diketahui, perpustakaan angkot ini baru satu-satunya di Kabupaten Semarang. Meski buku yang disajikan masih berjumlah puluhan, namun antusias para penumpang angkotnya meningkat setelah adanya beberapa fasilitas tersebut.

Sayang, dana menjadi halangan bagi Sudaryanto untuk menambah jumlah koleksi buku perpuskot miliknya. Dikutip dari suaramerdeka.com (20/2/2018),  dia mengaku  beberapa buku itu dibelinya dengan sistem mengangsur.

“Sebagian buku memang saya beli dengan cara mengangsur. Sekarang sedang menabung untuk menambah koleksi buku,” katanya.

Baca juga:
Yohana Febrianti Hera, Tiada Batas untuk Keterbatasan
Bisnis Oke, Berbagi Keterampilan juga Yes

Semangatnya dalam meningkatkan literasi terlihat juga dari usahanya meminta bantuan seorang penumpang yang bekerja di perpustakaan daerah. Dia meminta bantuan untuk menambah jumlah koleksi buku di dalam angkotnya. Sayang, buku yang dia harapkan belum datang-datang juga.

Tapi salut banget deh untuk sopir angkot ini. Yang dilakukan Sudaryanto patut diacungi jempol. Apalagi kebaikan hatinya untuk menyediakan minuman gratis.

So, Sobat Millens, sopir angkot ini layak dijadikan anutan. (SR/SA)