Semarang Dapat Penghargaan Kota Terbersih se-Asia Tenggara, Apa Indikatornya?

Semarang Dapat Penghargaan Kota Terbersih se-Asia Tenggara, Apa Indikatornya?
Kota Lama Semarang. (Dok. Kemenparekraf)

Setelah melewati penilaian yang ketat, Kota Semarang menerima penghargaan sebagai salah satu kota terbersih di Asia Tenggara oleh ASEAN. Prestasi ini diharapkan mampu meningkatkan geliat dunia pariwisata serta kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri.

Inibaru.id – Kota Semarang berhasil ditetapkan sebagai salah satu kota paling bersih di Asia Tenggara oleh Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN). Penghargaan ini diumumkan pada agenda ASEAN Tourism Forum (ATF) 2020 yang melibatkan seluruh negara-negara yang tergabung dalam ASEAN.

Melansir Merdeka, Selasa (21/1/20), tahun ini ATF digelar di Brunei Darussalam dan dilaksanakan berpindah tempat secara bergantian. Agenda tersebut menetapkan ASEAN Clean Tourist City Standard pada kota-kota di wilayah Asia Tenggara yang memenuhi syarat setiap dua tahun sekali.

Sejumlah indikator digunakan sebagai penilaian predikat ASEAN Clean Tourist City Standard. Indikator tersebut meliputi manajemen lingkungan, kebersihan, manajemen pengolahan limbah, membangun kesadaran tentang perlindungan dan kebersihan lingkungan, penyediaan ruang hijau, keselamatan kesehatan, dan keamanan kota serta infrastruktur dan fasilitas pariwisata.

Kota Semarang telah masuk nominas sejak tahun 2017 dan baru membuahkan hasil pada 2020 ini. Kota ATLAS ini berhasil mengalahkan kota lain di Indonesia dari Bandung, Denpasar, dan Yogyakarta. Kota Semarang didaulat sebagai kota wisata bersih hingga 2022 nanti.

Sekretaris Daerah Kota Semarang, Iswar Aminuddin yang menerima penghargaan tersebut berharap prestasi ini dapat menjadikan kota Semarang sebagai target kunjungan wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

Kota-kota lain yang mendapat penghargaan serupa yaitu Vung Tau City, Quy Nhon City, dan Hue City yang berada di Vietnam.

Ajang pemberian penghargaan ini bertujuan untuk peningkatan kualitas pariwisata di kota-kota yang berada di negara ASEAN. Selain itu juga untuk meningkatkan pemasaran, mengangkat mata pencaharian penduduk lokal, dan mengurangi kemiskinan.

Nggak kalah penting, anggota ASEAN juga diharapkan bisa berkontribusi dalam melindungi lingkungan dan menanggapi dampak iklim. Rencana Stategis Pariwisata ASEAN 2011-2015 (ATSP) memprioritaskan masalah perubahan iklim dalam rangka peningkatan kualitas layanan dan fasilitas suatu wilayah.

Selamat buat Kota Semarang! Jangan lupa untuk menjaga kebersihan ya, Millens! (MG26/E06)