Segudang Prestasi Dalang Muda Foe Jose

Muda, cinta budaya, banyak penghargaan, dan mempunyai segudang kegiatan adalah deskripsi yang tepat untuk pemuda satu ini. Sejak kecil sampai sekarang, ketertarikannya nggak berubah, yakni dunia wayang. Dia adalah Foe Jose Amadeus Krisna.

Segudang Prestasi Dalang Muda Foe Jose
Foe Jose. (satuharapan.com)

Inibaru.id - Gimana jadinya kalau tokoh Sun Go Kong dalam cerita legendaris Kera Sakti diwujudkan dalam bentuk wayang kulit? Itulah yang dilakukan Foe Jose Amadeus Krisna. Dalang muda asal Semarang itu menciptakan Sun Go Kong Wanda Prabu, sosok kera jahil tapi sakti, lengkap dengan Dewi Kwam Im yang dia namai Dewi Kwam Im Tangan Seribu.

Dua tokoh tersebut menjadi dua tokoh ciptaannya dalam Wayang Kronik. Seperti ditulis indochinatown.com, Wayang Kronik merupakan bentuk dari akulturasi kebudayaan Tionghoa dan Jawa. Bentuknya mengambil dari wayang purwa jawa, tetapi menggunakan ornamen-ornamen khas Tiongkok tanpa meninggalkan tatanan serta komposisi wayang jawa.

Konsep wayang bikinan Jose ini juga sering disebut Wayang Multikultural. Seperti namanya, cowok 20 tahun ini berharap wayang ciptaannya bisa menjadi sarana untuk melestarikan warisan leluhur dan memadukan dua budaya yang berbeda menjadi satu karya yang apik.

Foe Jose bersama Walikota Semarang Hendrar Prihadi. (Tribunnews.com)

Kini Jose sedang sibuk menyempurnakan Wayang Kronik-nya. Mahasiswa Jurusan Agrobisnis Universitas Satya Wacana (UKSW) Salatiga itu mengatakan bakal mempersiapkan puluhan tokoh Wayang Kronik lainnya untuk dipentaskan.

Sebelum dikenal sebagai penggagas Wayang Multikultural, Jose memang sudah dikenal sebagai dalang muda berbakat. Dia menempuh beberapa sekolah dalang seperti pelatihan dalang di Sobokartti Semarang dan Sanggar Ngesti Budaya Salatiga.

Kepiawaiannya mendalang membawa cowok yang sedang sibuk belajar karawitan ini mendapat penghargaan dari Asia Wangi dan Rumah Wayang Pulangasih sebagai dalang muda pelestari budaya wayang. Dia juga memperoleh gelar Kebangsawanan dari Keraton Solo, lo, Millens.

Wayang-wayang buatan Foe Jose. (indochinatown.com)

Eits, prestasi Jose nggak berhenti sampai di situ. Selain mendalang, dia juga menciptakan gending jawa dan klengengan untuk pergelaran wayang. Jose juga melakukan riset kecil dan penerjemahan berbagai serat, babad, suluk, dan kakawin, dari bentuk tembang menjadi cerita. Kini, cowok yang mengaku mencintai wayang sejak usia tiga tahun ini sedang sibuk menyusun serat berbahasa Jawa, Serat Jawa Aji.

Ah, sungguh berbakat banget idola kita yang satu ini ya, Millens? Yuk, sebagai anak muda, kita juga turut mencintai wayang seperti Jose! (IB20/E03)