Segera Tambah 1.040 Personil, Indonesia Masih Terbanyak Kirim Peace Keeper Dunia

Indonesia kembali kirimkan 1040 personil penjaga perdamaian guna mendukung misi perdamaian di wilayah konflik di seluruh dunia. Dengan akumulasi jumlah personil 3.759, masih menempatkan Indonesia sebagai pengirim Peace Keeper terbanyak.

Segera Tambah 1.040 Personil, Indonesia Masih Terbanyak Kirim Peace Keeper Dunia
Indonesia Kirim 1.040 Personil. (Foto: https://garudamiliter.blogspot.co.id)

Inibaru.id - Wakil Presiden Jusuf Kalla(JK) kembali menggelar rapat membahas kemungkinan mengirimkan lagi pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Indonesia berencana mengirimkan 1.040 personil tambahan dari 4.000 pasukan yang dijanjikan.

Sebelumnya, sebanyak 2.719 pasukan telah di berangkatkan ke PBB. Para pasukan tersebut di kirim guna mendukung misi perdamaian di wilayah konflik di seluruh dunia.

Dengan tambahan tersebut, Indonesia kemungkinan bakal masih menjadi negara dengan pengiriman pasukan terbanyak untuk PBB, yakni mencapai 3.759 personil.

Hadir dalam rapat pembahasan tersebut Menlu Retno Marsudi, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menhan Ryamizard Ryacudu,Menkopol hukam Wiranto,dan Menkeu Sri Mulyani.

Pertemuan tersebut juga menyepakati bahwa 1.040 personil yang di berangkatkan nantinya akan terdiri dari 800 TNI, 140 Polri, dan 100 petugas polisi non-unit.

Rapat yang digelar tertutup mulai pukul 16.00 WIB itu di selenggarakan JK usai dirinya menghadiri rapat bersama Presiden RI Joko Widodo atau akrab dipanggil Jokowi. Di antara para pejabat yang mengikuti rapat, sebagian di antaranya memilih tidak memberikan komentar apapun, sebagaimana di katakan Liputan6.com.

"Tanya ke Pak Wakil Presiden saja," ucap Wiranto, Senin, (17/7).

Hanya Menlu Retno yang menjelaskan cukup detail isi pertemuan tersebut. Dalam keterangannya, Retno menjelaskan, pemerintah membahas pengiriman pasukan perdamaian dari Indonesia untuk PBB ke daerah yang berkonflik.

“Sebelumnya sudah dibahas dengan Pak Presiden. Sekarang dilanjutkan pembicaraan lebih detail, mengenai pengiriman peace keeper kita,” ungkap dia.

Retno mengatakan, tahun ini pemerintah akan kembali mengirimkan pasukannya, yang terdiri dari unsur TNI dan Polri.

“Kan teman-teman tahu bahwa kita kontributor terbesar untuk pengiriman peace keeping mision. Targetnya 4.000 peace keepers, paling lambat tahun 2019,” terang dia.

Pihaknya menegaskan, rencana tersebut di pastikan tak akan mengalami kendala apapun, terutama masalah dana.

“Bujet sudah di talangi PBB. Jadi, rapat ini hanya membahas persiapan yang di perlukan secara detail,” ungkapnya.

Sementara, untuk kesiapan training yang di perlukan, Retno mengatakan, untuk pihak TNI sudah siap, sedangkan untuk Polri juga akan segera dilakukan.

“Kita sudah menghitung secara lebih detail. Pasukannya, pelatihannya, dan pendanaannya," tutupnya. (OS/IB)