Sarasta Adi Cahyono, Musikus Asal Blora yang Raih Rekor Dunia

 Sarasta Adi Cahyono, Musikus Asal Blora yang Raih Rekor Dunia
Sarasta Adi Cahyono meraih penghargaan dari Record Holders Republic (RHR). (Kompas.com/Dokumen Sarasta)

Kecintaan pada musik membuat Sarasta Adi Cahyono terus tergerak menciptakan lagu dan merilis album secara mandiri. Konsistensi tersebut mengantarkannya meraih rekor dunia versi Record Holders Republic (RHR).

Inibaru.id – Bagaimana ya kalau ada yang menciptakan lagu, mengaransemen musik, dan memasarkan album secara mandiri? Bahkan, sampai ratusan lagu, lo! Yap, itulah yang dilakukan oleh Sarasta Adi Cahyono, musisi asal Blora, Jawa Tengah. Saking hebatnya, Sarasta meraih rekor dunia versi Record Holders Republic (RHR).

Ayah satu anak ini meraih penghargaan dalam kategori penyanyi dan pencipta lagu melancholy folk rock terbanyak yang merilis dan memasarkan albumnya. Sarasta memang membuat album secara independen. Terakhir, Sarasta merilis album pada 18 April 2018. Album yang berjudul Debut123 tersebut berisi 123 lagu melancholy folk rock. Wah, banyak, ya!

Karena pencapaian tersebut, Sarasta lebih dari layak untuk mendapatkan penghargaan tersebut. Vice President of RHR Indonesia, Lia Mutisari menyerahkan penghargaan pada Sarasta di Bandung pada 3 Juli lalu.

Bermusik secara Mandiri

Sarasta mulai mengarang lagu pada 2011. Dia rutin menulis hingga bertahun-tahun kemudian. Awal 2017, jumlah lagu yang diciptakan dan diaransemen mencapai 70 lagu. Pada tahun yang sama, dia mengetahui lembaga yang memberikan penghargaan bagi kreativitas musik. Sarasta pun semakin terpacu untuk berkarya. Dari 2017 hingga 2018, dia menambah 60 judul lagu.

Eits, tapi perjuangan Sarasta pun nggak mudah, lo. Sarasta melakukan proses perekaman lagu di rumahnya sendiri. Dia menggunakan peralatan sederhana yang dia punya.

"Hanya satu lagu yang saya buat di studio di Solo," tuturnya, seperti ditulis Kompas.com (9/7/2018).

Lagu-lagu hasil rekaman dituangkan dalam CD dengan versi MP3. Kemudian, laki-laki yang tinggal di Jalan Rajawali III Kelurahan Tempelan, Kecamatan Blora ini pun mengirim kepingan CD tersebut ke radio-radio melalui jasa ekspedisi. Dari upaya tersebut, lagu-lagu Sarasta bisa dikenal masyarakat.

Hm, perjuangan untuk sukses memang penuh lika-liku, ya. Kendati demikian, kita nggak boleh menyerah, seperti yang dilakukan Sarasta! Oke? (IB08/E05)