Saatnya Memanggil Santri Mengaji Kembali

Saatnya Memanggil Santri Mengaji Kembali
Ulil Albab Syaichun. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah) 

Gus Ulil, Ketua RMI Kota Semarang mendorong agar para kiai pengasuh pondok pesantren kembali menerima santri mengingat PKM sudah dilonggarkan. Dirinya juga mendorong agar para pengasuh pondok pesantren mengindahkan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

Inibaru.id – Seiring dilonggarkannya Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) Kota Semarang, rutinitas masyarakat kini mulai pulih. Begitu pula kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren di Kota Semarang yang berangsur normal. Merespon hal ini, ketua Rabithah Ma'ahid al Islamiyah (RMI) Kota Semarang KH Ulil Albab Syaichun mendorong agar pengasuh pondok pesantren NU di Kota Semarang kembali menerima santri.

Hal ini diungkapkannya di sela sela kegiatannya mengajar di pondok pesantren binaannya, Al-Ikhlas. Menurutnya kebanyakan pondok pesantren di bawah koordinasi RMI-NU Kota Semarang mulai menerima kedatangan para santri meskipun secara bertahap.

“Rata-rata minggu ini sudah pada buka, tapi bertahap, mulai dari lingkungan terdekat dulu, baru dari yang luar kota,” ungkap lelaki yang akrab disapa Gus Ulil ini pada Rabu (24/6).

Sebagai ujung tombak pesantren NU di Kota Semarang, dirinya juga kembali menerima kedatangan santri. Bahkan, pondok binaannya tengah membuka pendaftaran santri baru. Meski begitu, ada pula santri yang belum kembali ke pondok dikaranakan keterbatasan biaya, menyesuaikan jadwal masuk sekolah atau takut tertular Covid-19.

“Yang belum datang biasanya menyesuaikan masuknya sekolah, karena pembiayaan yang belum siap, atau sebagian sedikit takut corona,” tambah Gus Ulil.

Kegiatan mengaji di pondok pesantren Al-Ikhlas. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Kegiatan mengaji di pondok pesantren Al-Ikhlas. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Selain pembelajaran harus terus berjalan, dirinya juga nggak memungkiri keinginan orang tua yang pengin anaknya segera kembali mengaji di pondok. Hingga Rabu (24/6) kemarin, sudah 70 persen santri kembali ke pondoknya dan mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Menurut lelaki 49 tahun ini, masyarakat nggak perlu takut berlebihan terhadap pendemi sehingga mempengaruhi kegiatan yang bermanfaat seperti mengaji. Asal menerapkan protokol kesehatan, dirinya yakin penyebaran Covid-19 bisa dihalau.

Untuk itu pula dirinya mendorong agar para kiai pengasuh pondok pesantren agar mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Dirinya juga menganjurkan agar pengasuh pondok memberikan asupan tambahan seperti madu dan vitamin C gratis bagi para santri seperti yang dilakukannya.

Monggo para kiai di Kota Semarang monggo segera menerima santri dengan catatan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Kalau takut berlebihan kita nggak tahu kapan bisa kembali ke pondok?”pungkasnya.

Ayo, siapa yang sudah kangen mondok? (Zulfa Anisah/E05)