Rayakan Hidup Sekaligus Berdamai dengan Kematian, Cara Lestari Moerdijat Hadapi Kanker

Rayakan Hidup Sekaligus Berdamai dengan Kematian, Cara Lestari
Moerdijat Hadapi Kanker
Lestari Moerdijat memeluk salah seorang penyintas kanker di rumah singgah yang didirikannya di Bawen, Semarang. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Lestarie Moedijat, pimpinan MPR 2019-2024 merupakan survivor kanker yang sukses dalam karier politik dan bisnis. Selain berkisah tentang perjuangannya, dia juga turut memberikan semangat pada penyintas lain. Gimana kisahnya?

Inibaru.id - Lestari Moerdijat, satu-satunya perempuan yang menduduki kursi pimpinan MPR RI 2019-2024 sedang menjadi sorotan. Namun siapa sangka, di balik kesuksesan karier politiknya, Lestari Moerdijat merupakan penyintas kanker payudara. Dia didiagnosis menderita HER-2 positif pada akhir 2016.

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Semarang, perempuan yang akrab disapa Mbak Rerie ini bercengkrama dengan penyintas kanker payudara asal Jawa Tengah yang lain. Dalam perbincangannya, Mbak Rerie berpesan agar penyintas kanker selalu disiplin dalam berobat.

“Yang penting, penderita harus pasrah tapi tidak boleh berhenti berusaha. Jangan banyak berpikir yang tidak-tidak, umur kan sudah ada yang menentukan. Yang penting kalau waktunya berobat ya berobat” tuturnya kapada Inibaru.id.

Lestari Moerdijat saat mengadakan kunjungan dengan Sri Wulan anggota DPR RI komisi IX. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)<br>
Lestari Moerdijat saat mengadakan kunjungan dengan Sri Wulan anggota DPR RI komisi IX. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Rerie menekankan, 80 persen kesembuhan berasal dari diri sendiri. Saat menjalani pengobatan, dia mengaku berkeras hati mematikan perasaan dan menggunakan logika agar sembuh.

“Saya saat itu berpikir bahwa saya harus hidup, anak-anak saya masih kecil. Saya percayakan semuanya sama dokter,” kenangnya.

Semangatnya untuk sembuh serta tetap eksis dalam bidang yang digelutinya bikinperempuan ini menjadi inspirasi bagi penyintas kanker yang lain. Dia selalu menyampaikan kepada penyintas kanker yang lain bahwa menderita kanker bukan akhir dari segalanya.

“Saya punya motto yang selalu saya tularkan, marilah kita merayakan kehidupan, tapi di saat yang bersamaan berdamailah dengan kematian,” tuturnya.

Periksa Payudara Sendiri

Rerie sadar bahwa dirinya menderita kanker setelah memeriksakan diri ke dokter. Atas pengalamannya, saat ini dia selalu mendorong perempuan untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri (Sadari).

Perempuan 51 tahun ini juga mendorong perempuan agar nggak takut untuk berobat.

“Periksa diri sendiri, sedini mungkin. Jangan takut (jika terbukti kanker). Karena berobat dan melakukan pemeriksaan itu untuk diri kita sendiri,” tuturnya.

Lestari Moerdijat saat berbagi cerita dengan aktivis dan penyintas kanker payudara. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)<br>
Lestari Moerdijat saat berbagi cerita dengan aktivis dan penyintas kanker payudara. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Memiliki riwayat kanker payudara nggak membuatnya meninggalkan segala aktivitas di bidang politik dan bisnis. Menurutnya, semuanya nggak ada yang sulit. Namun dia mengingatkan kaum perempuan dengan segudang aktivitas agar nggak lupa untuk mengukur diri sendiri.

“Yang penting kita harus mengukur diri sendiri. Kapan harus berhenti kapan harus istirahat kapan harus kaman dan beraktivitas,” pesan Rerie.

Nggak hanya mendorong perempuan agar melakukan pemeriksaan pada payudara sendiri, Rerie juga menjadi pembina dari Yayasan Dharma Bakti Lestari. Salah satu programnya adalah menyediakan rumah singgah bagi penderita kanker payudara di Bawen, Kabupaten Semarang.

Kunjungan Rerie sore itu diakhiri dengan peluk hangat dengan sesama survivor kanker.

Semoga lebih banyak perempuan yang sadar dengan kesehatannya ya, Millens. Yuk lakukan Sadari! (Zulfa Anisah/E05)