Rafa Jafar Ciptakan Gerakan Kelola Sampah Elektronik

Rafa Jafar Ciptakan Gerakan Kelola Sampah Elektronik
Rafa Jafar. (beritagar.id)

Meski masih muda, Rafa Jafar mampu membuat suatu gerakan yang memberi dampak besar bagi alam dan masyarakat luas. Penasaran? Yuk simak!

Inibaru.id – Muda, kreatif, dan inovatif. Tiga kata itu tepat menggambarkan sosok Rafa Jafar. Pelajar kelahiran 7 Februari 2003 itu adalah pencetus gerakan pengolahan sampah elektronik bernama electronic waste atau e-waste.

Mantan ketua OSIS SMP Labschool Kebayoran yang akrab disapa RJ mulai mengkampanyekan e-waste sejak usianya 13 tahun. Dia fokus pada beberapa poin penting seperti jumlah sampah elektronik yang terus meningkat dan dampak buruknya kalau nggak dikelola dengan tepat. Wah, salut deh!

Rafa Jafar aktif di kegiatan sekolah dan luar sekolah. (beritagar.id)

FYI, sampah elektronik mengandung racun B3 yang tergolong berbahaya. Makanya sampah elektronik harus diolah dengan tepat sebelum dibuang seperti ditulis goodnewsfromindonesia.id (3/9/17).

Drop Box

RJ juga membuat drop box sebagai wadah sampah elektronik. Drop box itu dia letakkan di zona khusus di sekolahnya. Jika kuantitas sampah elektronik sudah mencukupi, drop box akan dikirim ke perusahaan-perusahaan yang bisa mengolah sampah elektronik.

Drop box sampah elektronik ide Rafa Jafar. (goodnewsfromindonesia.id)

Sampah elektronik itu bisa didaur ulang menjadi alat elektronik baru lo. Hm, bakal lebih ramah lingkungan kan?

Tahu nggak, RJ juga telah menulis buku tentang e-waste pada usia 11 tahun. Buku itu sudah diterbitkan pada 2015. Hebat ya!

Buku e-waste yang ditulis Rafa Jafar. (akbarmappanganro.com)

Ke depannya, remaja yang juga pernah menjadi duta cilik konferensi perubahan iklim PBB di Maroko itu berharap masyarakat Indonesia lebih sadar akan bahaya limbah sampah elektronik.

Dia juga berharap, masyarakat sadar bahwa sampah elektronik butuh penanganan khusus sebelum dibuang. Makanya dia mengimbau masyarakat untuk menyalurkan sampah elektronik mereka ke sekretariat e-waste.

Nah, siapa bilang usia muda jadi halangan untuk menjadi sosok inspiratif? Yuk ah dukung RJ! (IB10/E05)