Jangan Terlalu Fanatik, Pesan Goenawan Mohamad untuk Anak Muda di Semarang

Memulai perjalanannya sebagai penyair sejak usia 17 tahun hingga kini, Goenawan Mohamad tentu menjadi sosok inspiratif yang perlu kamu ketahui. Pada peluncuran buku Pigura Tanpa Penjara, beberapa hal disampaikannya untuk para milenial. Apa saja?

Jangan Terlalu Fanatik, Pesan Goenawan Mohamad untuk Anak Muda di Semarang
Goenawan Mohamad saat berbicara di acara peluncuran buku "Pigura Tanpa Penjara". (Inibaru.id/ Audrian F)

Inibaru.id - Tak hanya penulis dan penyair, Goenawan Mohamad kini juga resmi menyandang gelar pelukis. Lukisannya bahkan telah dipamerkan di Semarang Contemporary Art Gallery, Kota Lama, Kota Semarang, Jawa Tengah, sejak beberapa waktu lalu.

Siapa tak kenal sosok yang terkenal sebagai penulis Catatan Pinggir (Caping) di majalah Tempo itu? Aktif menulis sejak berusia 17 tahun, lelaki kelahiran Kabupaten Batang, 29 Juli 1941 itu masih produktif hingga kini. Kumpulan esai terbarunya, Pigura Tanpa Penjara, bahkan baru saja diluncurkan pada 5 Juli 2019 silam.

Baca Juga: Bukan Esai Sastra atau Politik, Goenawan Mohamad Luncurkan Buku tentang Seni Rupa Bertajuk Pigura Tanpa Penjara

Dibanding kebanyakan anak muda saat ini, masa muda Goenawan mungkin begitu tampak berfaedah. Apa sih rahasianya? Sosok yang akrab disapa GM itu pun memberi sejumlah "wejangan" bagi anak muda.

Bertepaten dengan peluncuran Pigura Tanpa Penjara di Semarang Contemporary Art Gallery, Jumat (5/7), GM mengatakan, anak muda perlu bersikap kritis. Eits, kritis nggak selalu merujuk para tindakan melawan pemerintah atau politik, ya, tapi juga melawan pikiran-pikiran beku yang ada di sekitar kita.

"Jangan apriori juga!” tegas pendiri Majalah Tempo yang juga masih aktif berteater di Teater Salihara ini.

Goenawan Mohamad saat berbicara di peluncuran dan diskusi buku Pigura Tanpa Penjara. (Inibaru.id/ Audrian F)

GM juga mengingatkan agar anak muda jangan terlalu fanatik terhadap suatu ideologi tertentu dan selalu mencoba untuk bisa menerima orang lain.

"Jangan terlalu fanatik, lebih mengkhawatirkan! Jangan pula suka marah-marah,” kelakar GM, lalu tersenyum.

Lebih jauh, GM mengakui, sekarang segalanya begitu cepat. Kendati nggak begitu mengikuti perkembangan anak muda, dia agak tahu perkembangan milenial lantaran kadang masih aktif di Twitter, di sela kesibukannya yang lain.

GM memang nggak bisa berdiam diri. Pada usia yang hampir menginjak angka 78 ini, dia masih giat beraktivitas dan menghasilkan karya.

“Saya mengisi hari dengan masih tetap menulis, melukis tentunya, dan jogging juga kadang-kadang,” tutup lelaki bernama lengkap Goenawan Soesatyo Mohamad itu.

Kamu yang mengaku masih muda, jangan mau kalah dengan Om GM ya! Ha-ha. (Audrian F/E03)