Pemilik Cekli Town Kudus Robby Adiarta: Mulai Saja Dulu, Sempurnakan Kemudian

Pemilik Cekli Town Kudus Robby Adiarta: Mulai Saja Dulu, Sempurnakan Kemudian
Robby Adiarta, pemilik Cekli Town Kudus. (Inibaru.id/ Rafida Azzundhani)

Dari obrolan santai saya dengan salah satu orang keren di Kudus, saya memetik banyak pelajaran. Dia berpesan untuk nggak menunggu tua buat memulai usaha, mengubah mindset ke hal positif, berani melangkah, baru menyempurnakan langkah itu. Sebuah tamparan juga buat anak muda yang maunya senang-senang dulu, usaha belakangan.  

Inibaru.id - Buat saya nggak ada pengusaha yang tiba-tiba sukses. Semuanya butuh langkah dan proses. Yap, berani melangkah meskipun dia dalam keadaan terjepit. Itu bukan keberanian yang dimiliki semua orang. Saya lebih banyak kenal orang yang walau dalam kondisi terjepit, enggan melangkah. Jadi, nggak berlebihan sepertinya jika saya mengagumi sosok ini. Namanya Robby Adiarta.

Robby merupakan pendiri Angkringan Cekli, tempat nongkrong yang cukup terkenal di Kota Kudus. Saat ini Angkringan Cekli telah berubah menjadi The Cekli Town Kudus.

Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, alumnus UGM Jurusan Teknik Sipil ini termotivasi untuk mendirikan usaha setelah keadaan memaksa. Siap nggak siap dia harus menjadi tulang punggung keluarga menggantikan sosok ayahnya. Lama tinggal di Kota Pelajar, dia mengalami shock culture begitu kembali ke kota asal. Banyak hal yang berbeda. 

Dulu sebagai mahasiswa perantauan, dia terbiasa dengan segala gaya hidup dan fasilitas yang ada di kota tersebut.

 Salah satu perbedaan mencolok yang dia rasakan adalah nggak adanya tempat yang representatif untuk nongkrong. Permasalahan tersebut membuatnya mampu berpikir kreatif untuk mendirikan tempat yang  memfasilitasi nongkrong nyaman dengan menu angkringan.

Robby mengaku bahwa awal mendirikan bisnis kuliner ini nggak langsung ramai. Menurutnya, masyarakat perlu beradaptasi untuk makan nasi kucing di tempat seperti restoran. Kebanyakan orang merasa enggan untuk masuk dan mencoba makanan di tempat seperti restoran karena takut jika harganya mahal.

Hal itulah yang membuat awal berdirinya Angkringan Cekli ini nggak langsung ramai. Akan tetapi, Robby punya keyakinan jika angkringan ini pasti rame karena ia hanya ingin menyediakan tempat nongkrong nyaman bagi para penikmat ceker dan kucingan di pinggir-pinggr jalan.  

Salah satu tenant di Cekli Town Kudus. (Inibaru.id/ Rafida Azzundhani)
Salah satu tenant di Cekli Town Kudus. (Inibaru.id/ Rafida Azzundhani)

“Saya ingin Kudus mengalami urbanisasi, perpindahan dari desa ke kota, tetapi bukan orangnya, hanya budaya dan kebiasaannya,” ungkapnya, Selasa (10/3). Dia merasa bangga ketika Angkringan Cekli memicu kemunculan berbagai kafe dan tempat nongkrong lainnya di Kota Kretek.

Terkenal dengan julukan Perintis Food Court Pertama di Kudus, kegigihan dan inovasinya dalam mengembangkan bisnis kuliner membawanya meraih beberapa penghargaan. FYI, dia pernah menjadi juara dalam ajang Shell LiveWIRE Business Start-Up Awards (BSA) 2011.

Namanya bersanding dengan nama-nama mentereng lain seperti Rio Haryanto dan Ernest Prakasa dan dalam 100 Most Influental Youth, Women, and Netizen 2011. Dia juga pernah menjadi finalis Nasional WMM 2012 serta berhasil menyabet Juara 1 Wirausaha Muda Berprestasi Kemenpora 2013. Hal tersebut tentunya menciptakan branding positif untuk dirinya sendiri.

“Tidak hanya sebuah produk yang harus kita branding, personal kita juga harus dibranding,” kata laki-laki ini.

Perjalanan hidup Robby berhasil menginspirasi banyak anak muda untuk berani memulai bisnis dan keluar dari zona nyaman. “Mulai dulu aja, sempurnakan kemudian,” pungkasnya.

Hm, kalau ada kesempatan lain saya sangat tertarik mendengar jatuh bangunnya laki-laki ini membangun deretan bisnisnya. (Rafida Azzundhani/E05)