Pakai Metode Kekinian, Woodteke Ubah Imej Tukang Kayu yang Lekat dengan Pekerjaan Kasar
Ayip tengah melakukan proses bor elektrik pada jam pesanan pembeli. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Pakai Metode Kekinian, Woodteke Ubah Imej Tukang Kayu yang Lekat dengan Pekerjaan Kasar

Berawal dari komunitas Hobi Kayu Jawa Tengah, Ayip mendirikan usaha craft kayu dengan jenama Woodteke. Nama ini terinspirasi dari slengekan kawula muda Semarangan.

Inibaru.id - Siang itu saya bertandang ke sebuah basecamp perkayuan bernama Wood Space dengan jargonnya cowoodworking, colearning, collaboration yang beralamatkan di Jalan Sendang Utara III nomor 12 A Pedurungan, Semarang.

Serangkaian piranti yang berhubungan dengan kayu langsung menyapa mata. Di sana terdapat berbagai macam alat yang digunakan untuk mengolah kayu, seperti bor elektrik, miter saw, mesin trimmer, penggaris, hingga aneka pernis kayu. Ruangan itu membentuk huruf L dengan meja besar di tengahnya sebagai ruang kerja.

Ruang kerja Wood Space. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Saya lalu bertemu dengan Ayip, pemilik usaha craft kayu bernama Woodteke. Kami berbincang-bincang terkait Woodteke ditemani cemilan ringan. Dia bercerita sejarah Woodteke.

Baca juga: Woodteke Hasilkan Jutaan Rupiah dari Craft Kreatif Kayu Pinus

Awal Woodteke berawal dari perkenalannya dengan Hobi Kayu Jawa Tengah, sebuah komunitas para pencinta dan pengrajin kayu yang berpusat di Yogyakarta. Pada 2018 dia mengikuti kopdar Hobi Kayu di Solo dan bertemu dengan salah seorang teman bernama Ponijo. Darinya, Ayip belajar membuat craft kayu menggunakan metode transfer paper.

"Tak lihat kok keren. Kayaknya gampang dan nyoba-nyoba. Iseng bikin satu produk lalu posting di instagram. Akhirnya ada yang pesen-pesen gitu. Karena ada yang pesen, kenapa nggak diseriusin aja ya," katanya.

Komunitas Hobi Kayu sendiri berawal dari channel Youtube bernama HobiKayu yang digawangi oleh pria bernama Doneeh dengan tagline: kita tidak sendiri. Di kanal Youtube tersebut terdapat video pembelajaran terkait cara produksi hingga cara menjual produk kayu. Dari sana Ayip belajar.

"Di Hobi Kayu Jawa Tengah sendiri bikin value bahwa tukang kayu itu bukan cuma orang tua, yang kerjanya kotor-kotor. Kerja kayu juga bisa jadi keren, bisa menjadi tren anak muda. Makanya dari situ tertarik dan belajar," jelasnya.

Peralatan mengolah kayu. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Pada April 2018 resmilah dibentuk Woodteke. Sebuah brand produk kayu yang terdiri dari jam kayu, hiasan dinding, photobooth, box kayu, dan lain-lain. Dibuat dengan metode transfer paper dengan ciri khas desain foto pada kayu yang mirip lukisan.

“Yang unik dari produkku sendiri sketsanya. Kesannya kayak lukisan. Tertarik sama namanya juga mungkin. Mainin feed instagram biar rapi. Soalnya sekarang milenial banget. Kalau nggak gini susah. Dikira asal-asalan. Di Hobi Kayu Jateng selagi sama teman-teman enak. Soalnya ada yang pintar di dunia digitalnya, ada yang di perkayuannya, pertukangannya,” ujar pria asal Cirebon tersebut.

Produk jam setengah jadi karya Woodteke. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Saat ini Ayip mengelola usahanya dibantu dengan teman-teman di Wood Space, salah satunya Hajrin yang jago dalam perkayuan. Kadang dia juga memakai MakerLab untuk tempat produksi. Bahan kayunya sendiri berasal dari teman-teman komunitas Hobi Kayu, juga kulakan di Wood Mood dan Savero Jati Londo.

Bagaimana Millens? Tertarik juga untuk menekuni dunia kayu? Kisah inspirati dari Woodteke ini bisa menjadi pemantik buat kamu ya. (Isma Swastiningrum/E05)