Peduli Lingkungan dengan Cabuti Paku di Pohon

Banyaknya permasalahan lingkungan membuat sekelompok pemuda mendirikan Kophi. Mereka bertekad untuk merawat dan menjaga lingkungan demi keberlangsungan hidup.

Peduli Lingkungan dengan Cabuti Paku di Pohon
Kophi Jawa Tengah sedang mengadakan acara. (Kophi Jateng)

Inibaru.id – Peduli lingkungan nggak harus selalu dengan tindakan-tindakan besar. Sejumlah tindakan kecil demi kelestarian lingkungan kita pun bisa berharga, asalkan dilakukan secara kontinyu. Nah, berbekal semangat itulah Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (Kophi) dibentuk.

Satu “pekerjaan” utama Kophi yang dilakukan secara berkala adalah mencabut paku di pohon. Paku-paku yang ditancapkan orang untuk memasang baliho, pamflet kampanye, atau papan pengumuman itu menjadi sasaran mereka Sederhana? Hm, nggak juga.

Pernahkah kita berpikir bahwa pohon juga bisa merasakan sakit? Gerakan kecil itu memang terkesan remeh-temeh. Namun, bukankah empati memang kerap muncul dalam situasi yang remeh-temeh semacam itu?

Baca juga:
Hari Gini di Bengkulu Guru Dibayar Seribu Rupiah Per Hari?
Duo Mahasiswi Kita Penakluk Puncak Dunia

Kepedulian Kophi menjadikan organisasi yang berdiri pada 30 Oktober 2010 tersebut berkembang cukup pesat. Banyak pemuda yang ternyata punya empati tinggi terhadap lingkungan. Saat ini Kophi telah mempunyai 17 regional di seluruh Indonesia, termasuk Jawa Tengah.

Sesuai namanya, organisasi ini terdiri atas pemuda dengan usia di bawah 30 tahun yang mempunyai kepedulian terhadap lingkungan. Salah seorang anggota Kophi Regional Jateng, Fika Rofiuddin Izza, pada Rabu (10/1/2018) mengungkapkan, selain mencabut paku, Kophi juga memberdayakan desa binaan.

Kophi Regional Jawa Tengah sedang melakukan pencabutan paku di pohon. (Dokumentasi Kophi Jateng)

Kepala Divisi Litbang Kophi Jateng itu mengungkapkan, organisasinya punya desa binaan di Desa Lamper Tengah. Di sana, anggota Kophi memberi pendampingan terhadap masyarakat setempat terkait pengelolaan sampah.

“Masyarakat diajari memilah dan mendaur ulang sampah agar bernilai ekonomi. Produk itu kemudian dipasarkan Kophi Jateng lewat anggotanya,” ungkap Fika.

Dia menambahkan, sesekali Kophi juga melakukan kegiatan susur sungai. Mereka berjalan menyusuri sungai untuk mengambil sampah yang terbawa aliran sungai.

“Kami juga membersihkan sampah yang menumpuk di pinggir sungai,” terangnya.

Baca juga:
Diadian Makunimau, Perawat Tangguh Pedalaman Pulau Alor
Catatan 2017: Perempuan Tangguh di Balik Start-up Indonesia

Fika menjelaskan, tujuan Kophi adalah mengedukasi masyarakat agar lebih cinta dengan lingkungannya.

“Kami memberi contoh ke masyarakat. Kemudian, kami gandeng masyarakat untuk turut merawat dan menjaga lingkungan,” tandas pria murah senyum ini.

Nah, buat kamu yang pengin belajar peduli lingkungan, bergabung dengan Kophi sepertinya bakal asyik nih, Millens! Kalau bukan kita, siapa lagi yang bakal peduli? (IF/GIL)