Nggak Asal Akrobat, Ini Tahapan yang Harus Diperhatikan Jika Tertarik Pelajari Breakdance

Nggak Asal Akrobat, Ini Tahapan yang Harus Diperhatikan Jika Tertarik Pelajari Breakdance
Ada tahapan sebelum kamu mau breakdance. (Inibaru.id/ Audrian F)

Breakdance memang nggak banyak memiliki patron khusus dan cenderung akrobatik. Namun alangkah baiknya kamu perlu mempersiapkan diri kalau tertarik mempelajari tarian ini. Jangan sampai salah urat ya.

Inibaru.id - “Breakdance itu joget paling capek,” begitulah kata Alam Sang Saka. Salah seorang Breakdance Boy (Bboy) senior di Kota Semarang. Dia bilang itu setelah menerangkan apa-apa saja gerakan inti dalam breakdance.

Saka kemudian mengenang, dia juga termasuk yang memopulerkan breakdance di Semarang. Awalnya karena hanya belajar dari kaset, banyak gerakannya yang salah. Maklum, awalnya dia lebih ingin cepat menguasai gerakan-gerakan breakdance daripada mempelajarinya secara mendasar.

Tahapan Belajar Breakdance

Nah, belajar dari pengalaman, akhirnya dia punya rumusan sendiri bagaimana tahapan yang harus diperhatikan dalam belajar breakdance.

Pemanasan tetap penting ya. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Pemanasan tetap penting ya. (Inibaru.id/ Audrian F)

Fisik

Tanpa perlu dijelaskan lagi, fisik sangatlah penting bagi breakdance. Banyak gerakan-gerakan breakdance yang membutuhkan kerja fisik dengan keras. Untuk itulah dia memperingatkan agar mempersiapkan diri secara betul.

“Kalau harus saran mungkin perbanyak push up saja. Nanti banyak membantu gerakan,” ujarnya.

Paham Teknik

Kemudian yang nggak kalah penting adalah pahami teknik. Mungkin kamu harus tahu dulu mulai dari toprock, power move, freeze, sampai hand hops. Bahkan menurut Saka sekarang ada tambahan gerakan salto.

Pengalaman selama ini juga membenahi edukasi dasar breakdance bagi Saka. Dulu di masa-masa awal, orang-orang lama latihannya langsung ke power move, yakni gerakan identik breakdance yang berputar-putar di lantai. Sampai kalau battle yang dinilai paling menonjol adalah gerakan itu. Padahal nggak semua orang bisa power move.

“Untuk itu sekarang penilaiannya lebih disetarain,” tambah Saka, yang juga saat ini menjadi pelatih breakdance di Spotlite Dance Academy Semarang  ini.

Gerakan apapun butuh nyali. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Gerakan apapun butuh nyali. (Inibaru.id/ Audrian F)

Nyali

Setelah tahu fisik dan teknik, langkah berikutnya adalah nyali. Saka berpesan kalau gerakan-gerakan breakdance ini butuh nyali. Sebab berbeda dengan tarian modern lain, breakdance penuh dengan gerakan akrobatik. Saka saja, yang sudah senior seperti itu nggak terlalu berani melakukan gerakan power move.

“Saya punya migrain, jadi takut,” kata Saka sambil terkekeh.

Untuk itu perkuat nyali dan jangan takut terluka. Pasalnya melakukan tarian yang punya unsur sport seperti ini juga berisiko cedera.

“Kalau asal nyali tapi nggak paham gerakan juga salah. Semuanya harus seimbang,” lanjutnya.

Ukuran tubuh bukan masalah ya. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Ukuran tubuh bukan masalah ya. (Inibaru.id/ Audrian F)

Ukuran Tubuh Bukan Masalah

Terakhir, meskipun akrobatik dan penuh gerakan fisik, ukuran tubuh bukan masalah buat melakukan  breakdance. Asal kamu terlatih dan siap fisik, berapa pun ukuran tubuhmu bisa untuk berakdance.

“Breakdance itu menyehatkan dan mengontrol tubuh kok,” kata Saka. Intinya berlatih dengan tekun dan jangan patah semangat.

Kalau kamu tertarik nyobain breakdance dan butuh mentor, mungkin kamu bisa gabung ke Loenpia Flavour, satu-satunya komunitas breakdance di Semarang yang masih bertahan sampai sekarang, Millens. (Audrian F/E05)