Yuk Kenalan Sama Mesty Ariotedjo, Model Sekaligus Co-founder WeCare.id

Yuk Kenalan Sama Mesty Ariotedjo, Model Sekaligus Co-founder WeCare.id
Mesty Ariotedjo. (beritasatu.com/Nadia Felicia)

Bagi Mesty, mendirikan sebuah portal crowdfunding untuk pasien kesehatan menjadi salah satu kebahagiaan.

Inibaru.id – Millens,  sudah pernah dengar portal Wecare.id  yang mengumpulkan banyak dana untuk pasien kurang mampu? Ternyata, portal tersebut didirikan oleh seorang perempuan muda yang berprofesi sebagai dokter, lo.

Dia dikenal dengan nama Mesty Ariotedjo. Selain berprofesi sebagai seorang dokter, dia juga terkenal di dunia hiburan sebagai model dan pemain alat musik harpa, flute, dan piano.

Majalah Bisnis Forbes bahkan memasukan perempuan beranama lengkap Dwi Lestari Pramesti Ariotedjo ini ke dalam daftar wanita muda di bawah usia 30 tahun yang sukses di kawasan Asia. Wah, keren sekali ya!

Mesty Ariotedjo, model, dokter, dan pendiri Wecare.id. (Facetofeet.com)

Nah, menurut Detik.com (13/10/2017), ada kisah inspiratif di balik didirikannya Wecare.id lo. Mesty mulai punya ide sejak kepulangannya dari Ruteng, sebuah kabupaten di Flores, Nusa Tenggara Timur.

Perempuan kelahiran 25 April 1989 ini bekerja selama satu tahun di rumah sakit yang menangani tiga kabupaten di sana.

Kondisi inilah yang menggugah hati Mesty. Dia melihat begitu banyak orang yang membutuhkan bantuan kesehatan namun memiliki dana dan akses yang terbatas.

"Waktu itu ada seorang pasien kecelakaan dan dia harusnya dirujuk di rumah sakit yang ada di Bali. Tapi keluarganya menolak karena mereka nggak punya biaya untuk ongkos naik pesawatnya, biaya perjalanan ataupun biaya pengobatannya, dan akhirnya pasien itu meninggal. Banyak pasien meninggal karena tak mampu membayar biaya, saya berpikir untuk membuat WeCare pada tahun 2015," jelasnya.

Tim Wecare.id. (Aspirin-social-awards.org)

Sampai saat ini, platform crowdfunding yang didirikan Mesty bersama temannya itu sudah memiliki 300 jumlah pasien dengan total dana terkumpul Rp 2,4 milyar. Di situs tersebut juga terdapat profil pasien yang membutuhkan bantuan. Para donatur dapat memilih pasien yang ingin dibantu.

"Tapi skala prioritasnya adalah pasien yang memang penyakitnya kronis tetapi membutuhkan bantuan untuk melanjutkan kehidupannya dan kepala keluarga yang penghasilannya di bawah UMR. Jadi misalnya waktu itu ada istrinya butuh pengobatan setiap bulannya itu lima juta sedangkan gaji suaminya hanya dua setengah juta. Nah nanti kita akan bantu untuk pengobatan lebih lanjut," jelas Mesty.

Bagi Mesty, membantu orang-orang yang membutuhkan bisa membuatnya merasakan kepuasan dan kebahagiaan tersendiri. Wanita berusia 28 tahun ini bercerita dirinya terinspirasi oleh ibunya.

Gimana Millens? Sosok Mesty ini bisa jadi panutan untuk terus berbuat kebaikan ya! (IB06/E05)