Edisi Spesial Kartini: Menjadi Sosok Perempuan Masa Kini Ala Rerie

Emansipasi perempuan yang digaungkan di seluruh penjuru dunia telah mengubah asumsi masyarakat terhadap perempuan. Lantas, gimana sih sosok perempuan masa kini pada era yang serbacanggih ini?

Edisi Spesial Kartini: Menjadi Sosok Perempuan Masa Kini Ala Rerie
Lestari "Rerie" Moerdijat mengungkapkan pandangannya tentang perempuan masa kini. (Inibaru.id/Agus Budi)

Inibaru.id – Memimpin sejumlah perusahaan dan beberapa yayasan sosial sekaligus nggak membuat Rerie lupa dengan keluarganya. Dia masih bisa mengurus keluarga di sela-sela kesibukannya yang bejibun.

“Menjadi pemimpin itu boleh-boleh saja. Tinggal bagaimana cara kita mengomunikasikannya dengan keluarga karena merekalah yang mendukung kita,” ujar Deputy Chairman Media Group ini.

Menurut Rerie, menjadi pemimpin dan perempuan karier adalah hal yang nggak mustahil dilakukan perempuan. Namun, keputusan menjadi pemimpin ataupun perempuan karier itu juga harus dibarengi dengan kesadaran atas posisinya itu.

Baca juga:
Edisi Spesial Kartini: Triyaningsih Begitu Bangga Nyanyikan "Indonesia Raya"
Edisi Spesial Kartini: Anne Avantie, Masyhur Berkat Fokus pada Kebaya

“Hal yang harus diingat untuk perempuan karier adalah kita bukan superwoman. Bila kamu memutuskan untuk berkarier maka jangan berharap untuk menjadi ibu rumah tangga yang sempurna,” terang pemilik nama lengkap Lestari Moedijat itu.

Ditanya tentang perempuan masa kini, Rerie memiliki gambaran tersendiri nih, Millens. Rerie mengungkapkan, pendidikan menjadi bekal yang paling penting bagi semua perempuan. Pendidikan dapat mengangkat martabat perempuan di mata masyarakat.

Selain itu, pendidikan juga diperlukan bagi perempuan untuk mendapatkan pekerjaan. Pendidikan itu juga sangat berguna untuk menjalankan perannya sebagai ibu. Itulah yang membuat Rerie menempuh pendidikan doktoral di Presencing Institute, Cambridge, Massachussetts pada 2009 lalu di usianya yang nggak lagi muda.

“Tidak semua orang beruntung memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi, tapi paling tidak, pendidikan dasar itu wajib,” ujar Rerie saat diwawancarai di kantor Inibaru.id pada Selasa (10/4/2018).

Lebih lanjut, perempuan kelahiran Surabaya 50 tahun silam ini mengungkapkan banyak beasiswa yang disediakan pemerintah pada tingkat sarjana maupun magister. Beasiswa itu dapat dimanfaatkan untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi.

Selain memiliki bekal pendidikan yang cukup, menurut Rerie, perempuan masa kini juga harus mandiri. Ketua Yayasan Sukma ini mengatakan, perempuan nggak boleh bergantung dengan orang lain.

Baca juga: 
Edisi Spesial Kartini: Meneladani Dokter Asri, Pemerhati Anak Sindrom Down
Edisi Spesial Kartini: Krisseptiana Banyak Perjuangkan Perempuan lewat Kebijakan

“Kita juga harus melatih diri kita untuk tidak bergantung. Jadi, bila suatu saat ada sesuatu yang menimpa pasangan kita ya nggak perlu bingung. Saya rasa ini harus dimiliki oleh perempuan zaman sekarang,” jelas penyintas kanker payudara ini.

Rerie kemudian bercerita tentang perjuangannya melawan kanker payudara. Dia harus dioperasi dan menjalankan serangkaian kemoterapi untuk mengangkat kanker yang bersarang di tubuhnya itu. Di situlah kemandirian dibutuhkan agar nggak bergantung dan menyusahkan orang lain.

Sobat Millens, memiliki bekal pendidikan yang mumpuni dan berjiwa mandiri nyatanya sangat diperlukan bagi perempuan, lo. Nah, makanya jangan malas sekolah ya! (Putri Rachmawati/E04)