Mahasiswa Unwahas Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia di IYLA 2017

Apresiasi tertinggi untuk Isman Habibillah yang menjadi satu-satunya perwakilan RI untuk International Young Leader Assembly. Bagaimana kiprahnya?

Mahasiswa Unwahas Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia di IYLA 2017
Isman Habibillah (memegang mikrofon), mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Wahid Hasyim menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia untuk International Young Leader Assembly (IYLA) 2017 di AS (Facebook/Isman Habibillah)

Inibaru.id – Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang Isman Habibillah menorehkan prestasi menawan di tingkat internasional. Pemuda asal Pekalongan itu berhasil menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia untuk International Young Leader Assembly (IYLA) 2017 di AS.

IYLA merupakan suatu program partnership yang diinisiasi LSM internasional Global Peace Foundation. Pada 2017, para pemimpin muda dari seluruh dunia berkumpul pada 7-17 Agustus 2017 di AS, membahas sejumlah kebijakan dunia.

Dilansir dari Wawasan.co (3/9/2017), ihwal terpilihnya Isman menjadi perwakilan Indonesia pada ajang internasional tersebut bermula dari magang tiga bulan yang dilakoninya di Global Peace Foundation.

Saat menghadiri konferensi perdamaian di Filipina, keberadaan Isman menarik perhatian organisasi tersebut. Dia kemudian ditawari untuk berpartisipasi dalam kegiatan IYLA 2017 yang berlangsung di tiga kota di AS, yakni Washington DC, Philadelphia, New York.

Baca juga:
Livi Zheng Jadi Kepala Juri Southeast Asia Prix Jeunesse
Mahasiswa Zaman Now Perlu Pintar Berwirausaha

"IYLA adalah pertemuan semua pemuda di seluruh dunia. Saya diminta memasukkan curriculum vitae dan alhamdulillah lolos untuk bergabung, saya satu-satunya dari Indonesia," ungkapnya.

Mewakili Indonesia dalam program yang memasuki perhelatan keenam tersebut, Isman banyak berbicara tentang kondisi dan situasi yang ada di Indonesia.

“Saya banyak berbicara tentang bagaimana Indonesia, apa yang telah saya lakukan untuk Tanah Air, dan program masa depan apa yang bisa dikolaborasikan dengan pemuda di seluruh dunia," katanya.

Selama lebih dari sepuluh hari di AS, ada tiga tempat yang dijadikan lokasi kegiatan, yakni Washington DC, New York, dan Philadelphia. Bersama puluhan pemuda lainnya, mereka mengunjungi sejumlah tempat, di antaranya rumah sakit dan markas besar PBB di AS.

"Ini adalah kebanggaan dan pengalaman yang saya harapkan bisa diteruskan ke teman lain," katanya.

Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi Isman, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hindun, sempat mengunjungi rumah Isman di Desa Bebel, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Dia berharap, pencapaian Isman bisa menginspirasi pemuda lain di Pekalongan, bahkan Indonesia.

"Saya bangga dengan Isman Habibillah. Anak muda memang harus harus kreatif dan inovatif. Semoga ke depan bisa menjadi pemimpin, " terang Hindun.

Baca juga:
Kreasi Baru Mahasiswa ITB: Pesawat pun Bisa Dilipat
Griselda Sastrawinata WNI Pertama yang Tembus Disney

Sementara, dikutip dari Suaramerdeka.com, Jumat (24/11), Wakil Rektor Unwahas Andi Purwono, mengatakan bahwa Isman merupakan penerima beasiswa Bidikmisi di Unwahas. Apa yang telah dilakukan Isman dan beberapa mahasiswa Bidikmisi lain berhasil mengharumkan nama kampus.

“Prestasi itu bisa mendorong semangat siapapun, bahwa biaya bukanlah halangan untuk menumbuhkan prestasi gemilang,” jelasnya, “Hal yang paling penting adalah tekad untuk berkarya.” (GIL/SA)